Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Rabu, 24 Juli 2013

Mengatur Keuangan Kita

Ada yang bilang menjadi karyawan susah untuk bisa kaya. Setiap gaji diterima selalu habis bulan itu juga, bahkan sebelum waktu gajian berikutnya. Jika demikian berarti memang susah untuk memiliki harta lebih untuk berinvestasi atau menabung. Yang diperlukan adalah bagaimana berpikir kreatif untuk menjadi lebih kaya, tidak dengan mendapatkan gaji yang lebih besar, tapi dengan sedikit lebih cerdas mengelola keuangan kita.

Dalam sebuah bukunya yang berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?” Safir Senduk, seorang ahli perencanaan keuangan memberikan tips agar bisa kaya dengan menjadi karyawan. Beliau menitikberatkan pada pentingnya Money Management yang kuncinya pada dua point utama : Saving dan Investment.

Lima kiat yang ditekankan oleh Mas Safir adalah :
1. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif

Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan pasif bagi kita. Apa artinya? Meskipun Anda bukanlah seorang pengusaha, Anda harus belajar untuk menjadikan harta Anda sebagai aset yang bekerja untuk Anda. Menjadi kaya tidak harus berpenghasilan besar, kata Safir Senduk. Menjadi kaya adalah permasalahan mengelola harta Anda dan menjadikannya sebagai aset yang bekerja, berapapun penghasilan Anda. Salah satu caranya adalah dengan melakukan saving dan menjadikan harta Anda sebagai aset / investasi bisnis.
2. Atur Pos Pengeluaran

Buatlah catatan seluruh pos pengeluaran. Bedakan dan kualifikasikan pos pengeluaran menjadi biaya hidup, cicilan utang dan premi asuransi (jika punya). Urutan yang harus Anda penuhi terlebih dahulu justru : cicilan utang, premi asuransi, baru biaya hidup.
3. Hati-hati dengan Utang

Di dalam Islam, utang bisa mencegah tertundanya pahala syahid seorang syuhada. Dari sini seseorang harus benar-benar paham, utang harus dilakukan secara hati-hati dan penuh dengan pertimbangan dan perhitungan. Safir akan mengingatkan untuk berhati-hati melakukan utang.
4. Sisihkan Pos Pengeluaran Masa Depan

Jangan berpikir terlalu sederhana menghadapi pos pengeluaran. Pastikan Anda tidak melewatkan pos-pos pokok berikut, bila Anda memang menghargai kerja keras Anda selama ini: pendidikan anak, pensiun, properti (rumah), bisnis, liburan dan perjalanan ibadah

5. Miliki Proteksi

Asuransi meski masih juga kurang lazim di kalangan warga kota menengah dan kecil, namun sebagai proteksi, ini hal yang sangat penting. Pilih proteksi yang sesuai dengan keluarga Anda. Aset yang Anda miliki harus diproteksi. Dengan cara apapun, proteksi itu mesti. []