Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Kamis, 17 Oktober 2013

Menyampaikan Ide Kepada Bos



Ada kesepakatan yang menjadi rahasia umum yang disebut aturan si Bos. Aturan ini memiliki 3 pasal. Pasal 1, bahwa bos selalu benar. Pasal 2, jika Bos salah, lihat pasal 1. Pasal 3, habis perkara. He..

Begitulah anekdot yang kita temui dalam dunia kerja.

Dalam kenyataannya memang kita tidak memungkiri bahwa posisi atasan kita sebagai bos memiliki peranan yang menentukan. Hampir semua pendapatnya mendekati keputusan.

Dalam dunia modern seperti sekarang model kepemimpinan sudah banyak berubah meskipun dalam hal pengambilan keputusan bos memang berperan penting, namun ide, gagasan dan pendapat bawahan juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. 

Inilah saatnya bagi Anda untuk memberikan kontribusi. Speak up! Gunakan saat yang tepat untuk menyampaikan ide atau gagasan Anda kepada atasan. Jika si bos sudah setuju dengan ide Anda, dijamin, ide-ide tersebut bisa diterima juga oleh yang lain. 

Nah, bagaimana cara mempengaruhi si bos agar menerima ide-ide Anda? Untuk memperlancar diterimanya ide Anda oleh bos, ada beberapa tips yang layak Anda jadikan pertimbangan, yaitu:

  • Pilih waktu yang tepat. Forum rapat, diskusi terbatas dan saat briefing adalah sebagian waktu yang biasanya dimanfaatkan oleh para bos untuk menerima masukan dari bawahannya. Manfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Di samping itu juga sebagian perusahan atau organisasi menyediakan kotak saran khusus untuk para karyawan. Fasilitas online seperti intranet juga biasanya menyediakan forum untuk menyampaikan ide. Anda juga menggunakan waktu menghadap face to face dengan bos untuk menyampaikan ide dengan baik.
  • Perhatikan body-language si bos. Pakar jiwa mengatakan, seseorang yang mood nya sedang bagus, akan memandang lingkungannya secara positif. Perhatikan mood si bos dari wajah dan gerak geriknya. Kondisi jiwa yang sedang senang akan lebih mudah menerima masukan dan pendapat orang lain. Jadi kondisi psikologis atau mood sangat menentukan diterima dan tidaknya masukan yang Anda berikan.
  • Pilih suasana yang tepat. Saat rileks, ketika melakukan olahrga,  sering dipilih untuk melakukan lobi. Carilah waktu saat bos Anda melakukan aktifitas hobinya, saat itulah waktu yang tepat untuk memberikan masukan kepadanya. Jika atasan Anda suka olahraga, mancing atau bersepeda, saat seperti itulah dia sering mendengarkan pendapat orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan tidak jarang keputusan diambil pada saat para bos sedang melakukan hobinya.
  •  Sentuhlah emosinya baru jelaskan alasan rasionalnya. Untuk kita ketahui bersama, 90 persen keputusan didasarkan oleh emosi yang dibenarkan oleh rasio. Maka jika mengungkapkan ide, kemukakan keuntungan dan kelebihan ide Anda terlebih dahulu. Lalu berikan alasan rasional tentang ide tersebut.
  • Bos lebih suka diminta pendapat. Meskipun kadang menerima pendapat, pada dasarnya bos lebih suka diminta pendapat. Oleh karena itu, walapun Anda mengungkapkan ide dengan antusias dan percaya diri, jangan lupa untuk minta pendapat bos tentang ide Anda.
  • Biarkan bos yang menilai. Serahkan keputusan kepada bos untuk menilai ide Anda. Karena membiarkan orang lain menilai pendapat Anda menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang ‘reasonable’. Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa Anda pandai menghargai orang lain, terlebih orang itu adalah seorang bos yang cukup besar pengaruhnya terhadap anak buah.

Jadi, jika Anda sudah melakukan semua hal tadi, tunggulah keputusan apakah ide Anda akan diterima, ditampung atau ditolak. Tapi apapun hasilnya, yang penting Anda sudah berani mengungkapkan ide. Dan yang lebih penting, kalau ide Anda ditolak jangan berhenti untuk menyampaikan ide yang lebih berbobot di lain kesempatan. []

Salam sukses!
@JumadiSubur