Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Rabu, 18 Desember 2013

Daya Cipta Material Kita

Ketika suasana di perusahaan banyak karyawan yang galau, saat sedang ada restrukturisasi, maka yang paling galau adalah mereka yang mendapatkan status "floating" sebagaimana yang pernah saya tulis sebelumnya. Apalagi jika yang mendapatkan status tersebut adalah seorang ayah, tulang punggung keluarga dan satu-satunya sumber nafkah. Sedangkan dia memiliki 6 orang anak yang masih sekolah dan seorang istri yang sibuk mengurus rumah.

Pada titik ini terihat seberapa besar peran suami dalam memenuhi kebutuhan materi keluarga. Memang ada sebagian keluarga yang ditopang 2 gardan..:) dimana suami dan istri memiliki penghasilan. Namun dalam siatuasi yang membuat tercancam karirnya, terancam sumber penghasilannya, inilah yang menjadikan seorang suami galau ketika ada ancaman pemberhentian kerja, dengan apapaun namanya, PHK, VSS, golden shake-hand, atau semanis apapun istilahnya, ujungnya sama. Berhenti kerja.

Hal yang wajar sesungguhnya. Dunia materi adalah setengah dari ruang kepribadian seorang suami. Itu adalah bagian nyata dari kehidupannya. Karena harta adalah indikator keberdayaan seorang laki-laki. Yang merupakan sinergi antara kehendak dan kemampuan, antara target dan sarana, yang menajdi jembatan antara keinginan-keinginan dengan apa yang bisa dilakukannya. Iya. Muaranya ada pada seberapa besar seorang suami memiliki daya cipta material, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan untuk menjalani eksistensi sosialnya.

Menurut Anis Matta dalam "Mencari Pahlawan Indonesia", daya cipta material adalah kemampuan kita mengadakan dan menciptakan semua materi apapun bentuknya yang diperlukan untuk merealisasikan rencana-rencananya. Dan sebagai seorang suami, tentu ia telah memiliki rencana-rencana besar untuk keluarganya. Sekolah anak, liburan, kendaraan, tempat tinggal, asuransi, kebutuhan kesehatan dan banyak lagi.

Jika membaca buku sejarah, saya kadang antara percaya dan tidak percaya, namun begitu kenyataannya. Bagaimana zaman dulu, para sahabat Nabi, bisa menginfakkan seluruh hartanya, bukan hanya sekedar margin-nya.

Berarti mereka memulai lagi semuanya dari nol. 
Ini membuktikan bahwa mereka memiliki keyakinan yang tinggi terhadap daya cipta materialnya. Berarti mereka memiliki kapasitas kreativitas yang luar biasa. Dan inilah sebenarnya kemampuan inti yang kita butuhkan. Daya cipta material.

Disini diperlukan kemampuan dan kekuatan pribadi kita terkait dengan kemandirian, harga diri, percaya diri, kemampuan dan kemahiran kita dalam bisnis.

Yakinlah bahwa mencipta materi bukan hanya melalui gaji di pekerjaan kita. Ada banyak jalan untuk menjemput pintu rejeki. Dan jalan itu akan terbentang jika kita memiliki kapasitas penting seorang suami: daya cipta materi.

Cukup sudah galaunya, lebih baik siapkan diri untuk masa depan yang lebih pasti. []

Salam persahabatan!
Follow twitter saya @jumadisubur