Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 17 Juni 2014

Gagal Juga Penting

Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang merasa tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali pun? Hampir dipastikan tidak ada seorang pun.

Ada beragam sikap menghadapi kegagalan. Sering dalam menghibur kawan yang gagal, kita melontarkan ucapan umum, seperti "kegagalan adalah sukses yang tertunda" atau "kegagalan adalah awal kesuksesan" dan sebagainya. Tentu saja, mantra positif itu diucapkan dengan tulus dan menambah semangat.

Namun, kalimat itu sering kita pakai lantaran kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. Jadi, sekadar menghibur diri.

Sebenarnya, memiliki perbendaharaan dan frame positif tentang kegagalan merupakan salah satu benteng kokoh menghadapi serangan 'virus kegagalan' dalam hidup kita.

Sejarah mempunyai 1001 bukti. Banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal. Tetapi, bagaimana mereka merespons, berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan itulah yang justru mengantarkan mereka pada puncak kesuksesan.

Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan. Seperti puncak gunung tak akan dicapai tanpa melalui jalan naik-turun nan terjal. Bahkan, belukar dan kebuntuan jalan.

Apabila saat ini anda sedang mengalami musibah,bencana yang sangat luar biasa dan jauh dari perkiraan anda,anda mungkin akan merasa gagal dalam hidup dan akan mengutuk semuanya yang ada didepan anda. Hari esok gelap sekali serasa mirip matinya listrik PLN diseluruh kota di Sumatra dan Kalimantan.

Dan apakah anda saat ini juga baru saja lulus dari perguruan tinggi yang statusnya entah disamakan atau entah berantah tak terdengar statusnya samasekali kemudian anda dengan semangat juang yang tinggi melamar pekerjaan kesana kemari dengan minta gaji yang tinggi,maka janganlah bermimpi untuk mendapatkanya.

Namun putus asa dan bunuh diri bukanlah pilihan satu-satunya. Anda juga tidak harus ikut-ikutan menjadi peminta-minta pekerjaan dijalanan. Menangis dan menggerutu atau berdemonstrasi, bikin onar juga bukan pilihan yang dianjurkan. Masih sangat banyak pilihan lain yang dapat anda lakukan untuk menyiasati situasi sulit, baik sebagai sales, pencari kerja, pengusaha atau apapun itu.

Dan untuk mendapatan hal terbaik anda harus menghindar diri dari jebakan- jebakan perasaan gagal. Bagaimana caranya anda harus merubah persepsi dan sikap yang tepat mengenai makna kegagalan?, merubah kegagalan menjadi peluang, merubah impossible menjadi I’m possibel.

Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai keagagalan. Kekeliruan terbesar yang membuat kita sulit bangkit dari kegagalan adalah pandangan yang salah kaprah dan asumsi yang menyesatkan jiwa. Banyak orang berpikir bahwa orang- orang yang berhasil adalah mereka yang selalu berhasil dan orang yang mengalami kegagalan tidak mungkin berhasil. Orang belum bisa dikatakan gagal sebelum ia berhenti berusaha.Bahkan bila ia memutuskan berhenti berusaha,tetapi kemudian kembali melakukan tindakan -tindakan nyata untuk mencapai apapun yang dicita-citakan ia masih mungkin akan berhasil.