Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Kamis, 21 Mei 2015

Untuk Sukses Karir Anda Perlu Terampil Bicara

Talk less do more. Sedikit bicara banyak kerja. Dua istilah yang hampir mirip maknanya, yaitu mengajarkan kita untuk tidak banyak bicara dan lebih mengutamakan unjuk kerja. Padanan peribahasa yang mirip- mirip itu: “Diam adalah emas”.

Istilah ini memang baik dan cukup positip, namun untuk saat ini sudah kurang relevan. Apalagi jika dikaitkan dengan pekerjaan.  Saat ini, bicara adalah berlian. Semua hal berkaitan dengan komunikasi, semua orang dituntut untuk mampu bicara, semua pelaku peran wajib: bicara!

Jangan menjadi terpengaruh oleh jargon iklan yang sekedar jual produk. Untuk memenangkan persaingan masa depan, Anda musti berkomunikasi dengan dunia luar. Untuk bisa berkomunikasi, Anda harus ‘banyak bicara’.

Mengapa harus banyak bicara? Bagaimana jika pertanyaannya dibalik: apakah dengan diam, Anda bisa terdengar diantara jutaan yang sedang bicara?

Sekarang zamannya speak up! Unjuk suara. Orang yang tidak terampil bicara bisa 'terpuruk' dan tertutup oleh karyawan yang terampil bicara. Maka di era komunikasi ini, kesuksesan seorang karyawan sangat tergantung dengan seberapa terampil ia bicara dan mengungkapkan gagasan. Bahkan ketrampilan bicara harus sudah dimiliki sejak Anda ingin mendapatkan pekerjaan.

Kapan seorang karyawan harus terampil bicara?

1). Ketika interview saat melamar kerja
Saat itu adalah waktu paling menentukan, karena calon bos Anda akan menilai seberapa kemampuan yang Anda miliki. Atau dia akan mengukur setinggi apa tingkat kompetensi Anda dibandingkan pekerjan yang ditawarkan. Dan semua itu hanya dinilai dari seberapa terampil Anda bicara.

2) Ketika meeting atau presentasi
Sudah pasti disini akan bisa diukur seberapa tingkat kemampuan seseorang terhadap apa yang dibicarakan. Bayangkan jika seorang karyawan ternyata tiba-tiba terserang gagap ketika harus berdiri di hadapan rekan kerjanya, atau menyampaikan presesentasi dengan 'ala kadarnya' yang sama sekali tidak menumbuhkan kesan atau efek bagi pendengarnya. Termasuk juga ketika melapor pada atasannya, atau struktur yang lebih tinggi, ia harus piawai dalam bicara.

3) Seorang pemimpin wajib bicara
Cita-cita setiap orang pasti ingin karirnya meningkat. Dan setiap orang ingin menduduki level pimpinan dalam perusahaan. Kebutuhan wajib yang harus dimiliki seorang pimpinan adalah kemampuan dalam bicara. Para pimpinan di organisasi apapun bentuknya adalah orang- orang yang bekerja dalam bentuk bicara. Semakin sedikit mereka bicara semakin akan tidak efektif dia punya performa. Semakin tinggi jabatan seseorang semakin banyak dia dibutuhkan untuk bicara kebijakan.

Hampir di setiap momen formal, hanya orang-orang yang terampil bicara yang akan menguasai forum. Kemampuan berkomunikasi akan menigkatkan kualitas seorang karyawan. Jika ada dua pilihan orang yang sama-sama terampil, sama-sama memiliki pengetahuan untuk jabatan tertentu, maka yang dipilih pasti yang lebih terampil bicara.

Dan bukan hanya sekedar bicara, bukan juga tentang seberapa lama Anda bicara, namun bicara adalah tentang seberapa berani Anda tampil, bagaimana sistematika bicara Anda jadi menarik dan mudah dipahami, dan pada akhirnya Anda bisa menumbuhkan kesan bahkan membuat pendengar mengikuti apa yang Anda sampaikan.

Semua ketrampilan perlu diasah. Termasuk juga ketrampilan bicara. Dan hanya kepada expert lah seharusnya Anda belajar, agar ketrampilan Anda bertumbuh optimal.

Wanna be Trainer (WBT) yang diselenggarakan Akademi Trainer dan dibimbing langsung oleh ahli-nya, Inspirator SuksesMulia Pak Jamil Azzaini adalah salah satu tempat belajar bicara yang saya rekomendasikan.


Salam persahabatan.
@jumadisubur