Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Rabu, 20 November 2013

Agar Kerja Jadi Ibadah

Namanya Dimas, orangnya amsih muda, baru sekitar 5 tahun ia bekerja disini. Teman-temannya sudah banyak yang bekerja lebih lama, ada yang 10 tahun bahkan ada juga yang lebih dari 20 tahun sudah bekerja disini. Namun ada kebiasaan yang tidak disenangi oleh teman-temannya, Dimas sering mengeluhkan perusahaan. Bahkan tidak jarang ia menjelek-jelekkan dan mengatakan bahwa kebijakan manajemen salah.


Pernahkah Anda menjumpai orang yang seperti itu? Bekerja di perusahaan atau instansi dengan mendapatkan gaji dan menikmati berbagai fasilitas dari perusahaannya, namun hobinya menjelek-jelekkan perusahaan tempatnya bekerja. Kadang ia mengeluhkan pelayanannya, mengeluhkan kualitas produknya atau yang tidak jarang menyalahkan atasannya, bahkan menyalahkan direksi sampai pemilik perusahaan pun disalahkan.

Menurut Anda apakah orang yang seperti itu rejekinya berkah? Apakah orang yang seperti itu pekerjaannya menjadi ibadah?

Padahal banyak ornag meyakini bahwa bekerja adalah salah  satu cara kita manusia untuk menambah amal dan sarana ibadah kepda Tuhan. Karena kita tahu bahwa seluruh aktivitas kita di dunia adalah dalam rangka beribadah kepada-Nya. Dalam sebuah ayat disebutkan,"Sesungguhnya kami tidak menciptakan kalian (manusia) kecuali untuk beribadah."
Berarti seluruh rangkaian kegiatan kita dalam hidup, mulai bangun tidur hingga tidur dan bangun lagi seharusnya bernilai ibadah. Termasuk bekerja kan?

Jadi bagaimana agar pekerjaan kita bernilai ibadah? Tips berikut mungkin bermanfaat.

1) Jangan meludah di sumur yang airnya Anda minum
Hentikanlah semua keluhan, apalagi keluhan itu tentang pekerjaan Anda atau tentang perusahaan tempat Anda bekerja dan mencari nafkah. Karena mengeluhkan pekerjaan mengurangi keberkahan. Orang yang beribadah tidak pernah mengeluh. Namun menjalaninya sepenuh cinta. Apa lagi sampai menjelek-jelekkan perusahaan.

Lebih rugi lagi jika sudahlah sering mengeluh, penghasilannya pas-pasan pula. Rasa capeknya terasa bertambah-tambah, ruginya lagi ngga dapat pahala ibadah. Rugi kan?

2) Jujur, jangan berbuat curang
Semua tindakan curang, culas, korup atau apapun namanya, pasti bertolak belakang dengan ibadah. karena itu, agar pekerjaan Anda berbuah pahala, jangan pernah sekalipun melakukan kecurangan. Yang perlu Anda hati-hati adalah bahwa godaaan untuk berbuat curang akan selalu datang. Kadang kejahatan tidak terjadi karena niat saja, namun juga karena ada kesempatan. Berhati-hatilah, meskipun ada kesempatan namun jika hati kita terjaga, Tuhan akan melindungi kita.

Sadarilah bahwa harta yang kita dapatkan dengan cara yang curang juga tidak berkah bagi keluarga kita. Sudahlah tidak berkah, kesibukan kita tidak termasuk ibadah. Rugi kan?

3) Bekerja keras, cerdas dan ikhlas
Memaknai bekerja sebagai ibadah tidak berarti kita memperbanyak ritual ibadah saat bekerja, sholat berlama-lama, atau yang lainnya tapi malah pekerjaan ngga beres semua. He..
Justru bekerja akan bernilai ibadah dan mengangkat derajat kita jika kita melakukan pekerjaan dengan semangat tinggi, kerja keras, cerdas dan ikhlas.

Semoga pekerjaan kita tercatat sebagai aktivitas ibadah. Sehingga semua yang kita lakukan selama 8 jam sehari (yang berarti 1/3 waktu hari kita habiskan untuk bekekrja) menjadi tabungan amal ibadah untuk akhirat kita. Dengan demikian harta yang kita bawa pulang akan membawa berkah bagi keluarga kita.

Mari menuju keberkahan.

Salam persahabatan!
Saya @JumadiSubur