Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 24 Desember 2013

Parasut Terjun Payung

Dalam sebuah penerbangan khusus rombongan dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi menggunakan pesawat Fokker hendak mendarat di Batam. Namun ternyata cuaca sedang tidak baik. Sehingga pesawat yang membawa 5 orang rombongan dari sebuah direktorat itu harus melakukan pendaratan darurat.

Pesawat tersebut total mengangkut 7 orang termasuk pilot dan co pilot. Sedangkan rombongan dari perusahaan adalah chief HR, seorang konsultan, staf ahli, pensiunan dan seorang asrot (asisten sorot..he..).

Karena situasi buruk, co pilot menyampaikan bahwa pesawat kemungkinan akan jatuh. Mereka disuruh bersiap. "Masalahnya kita cuma punya 6 parasut, dan 2 diantaranya untuk kami, jadi silakan yang 4 diatur penggunaannya!"

Serta merta sang chief langsung menyambar, 'Perusahaan ini sangat membutuhkan saya untuk kelangsungan bisnis, jadi saya harus selamat!" Dan melompatlah ia membawa 1 parasut. Diikuti kemudian oleh sang konsultan. Sama. Langsung melompat dan menyambar 1 parasut.

Sang staf ahli dengan jumawa bilang, "Perusahaan ini telah menghabiskan banyak biaya untuk menyekolahkan saya, memberi pelatihan dan kursus hingga ke luar negeri. Pemikiran saya masih sangat dibutuhkan, saya juga harus selamat!" Dan ia menyambar salah satu ransel langsung melompat.

Tinggal mereka berdua. Sang pensiunan kemudian berkata,"Saya sudah cukup tua, anak-anak saya sudah mapan, ambillah ransel yang satunya, kamu masih muda, harus selamat." Ujarnya pada sang asrot.

Si asrot malah dengan santai menjawab,"Tenang Pak, kita masih punya 2 parasut, si staf ahli yang sok pinter itu tadi membawa tas ransel berisi LCD untuk presentasi!"

Dalam berinterkasi di tempat kerja kita sering menemukan situasi seperti itu, ketika berbagai situasi bertemu dengan sifat-sifat sombong dan merasa dirinya paling dibutuhkan. Sebuah kesadaran untuk empati dan toleransi sangat penting untuk membentuk interaksi yang kondusif. Kerelaan untuk menghargai orang lain dan kesiapan untuk membuka jalan bagi keberhasilan orang lain adalah sikap 'mahal' yang sudah mulai jarang ditemukan.

Sudahkah kita berani memberikan 'parasut' kita kepada orang lain?
Salam persahabatan!



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT