Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Senin, 14 April 2014

Pondasi Sukses Berkarir

Beberapa hari yang lalu saya ikut gotong royong membangun rumah salah satu saudara di kampung. Setelah merobohkan rumah yang lama, tugas berikutnya adalah membangun rumah yang baru sesuai disain. Pertama kali yang dibangun adalah bagian pondasi.

Karena saya tidak mengetahui seluk beluk bangunan, iseng-iseng saya bertanya kepada beberapa saudara yang mengerti tentang bangunan, temasuk juga kepada pemiliki rumah yang akan dibangun. Pertanyaan saya sederhana, apakah pondasi sebuah bangunan juga disesuaikan dengan rencana bangunan yang akan dibuat? Ya pasti tentunya.

Ternyata, sebuah pondasi dibuat untuk persiapan jangka panjang, bagaimana rencana bangunan ini ke depan. Tujuan akhir bangunan ini untuk apa? Diperkirakan untuk berapa tahun, berapa lantai, berapa kamar dan seterusnya. Pemilik rumah tentu punya alasan kuat mengapa bangunan ini direncanakan seperti itu. Jika keluarganya banyak, maka rumah akan dibuat banyak kamar. Jika tanahnya kurang luas, maka pilihannya adalah menambah ketinggian bangunan. Pemilik tentu punya alasan berapa lantai bangunan rumahnya akan dibuat.

Membangun karir hampir mirip dengan membangun sebuah rumah. Untuk mencapai sukses karir, paling tidak ada 3 pondasi utama yang harus dimiliki :

1) Tujuan yang jelas  (Clear Goals)
Orang yang sukses selalu bisa mendefinisikan kesuksesannya dengan sangat jelas. Tujuan ini juga harus terukur dengan baik. Apa yang anda ingin raih dalam jangka waktu setahun, dua tahun atau sekian tahun ke depan. Dalam mendefinisikan tujuan biasanya digunakan ukuran SMART (specific, measurable, achievable, reliable dan memiliki time-bound yang jelas).

Jika Anda sudah mendefinisikan tujuan dengan jelas, Anda akan dapat melakukan upaya efektif untuk mencapainya. Dengan ukuran itu juga kita bisa mengukur/melakukan evaluasi apakah upaya kita sudah sesuai tujuan atau belum.

2) Alasan yang kuat.
Mengapa anda melakukan pekerjaan ini? Jika alasannya hanya untuk mengisi waktu luang, hanya agar tidak terlihat menganggur atau alasan-alasan lain yang sifatnya 'hanya'...maka saya yakin anda tidak memiliki motivasi yang cukup kuat dalam bekerja. Berbeda dengan misalnya, seorang tukang becak yang hari itu harus menebus obat untuk anaknya yang sakit sebesar 150 ribu rupiah padahal biasanya dia hanya bisa mendapatkan hasil 100 ribu rupiah per hari, maka hari itu ia akan bekerja lebih keras untuk mencapai pendapatan 150 ribu. Ia punya alasan yang kuat untuk bekerja lebih.

Buatlah alasan yang kuat untuk memcau semangat Anda bekerja dan meraih sukses. Alasan keluarga, orangtua, alasan keyakinan, idealisme dan spiritual biasanya akan menjadi alasan yang kuat bagi seseorang untuk mencapai suksesnya.

3) Strategi yang tepat.
Untuk mencapai tujuan, tentu harus memiliki strategi yang tepat. Tidak semua cara bisa kita gunakan untuk meraih cita-cita kita. Strategi akan tergantung dengan situasi dan spesifikasi pekerjaan yang Anda jalani. Seorang staf keuangan tentu berbeda caranya meraih sukses dengan seorang manager pemasaran. Disinilah peran seorang mentor atau pelatih yang akan mendampingi Anda. Saat ini sudah lazim adanya coach dalam setiap profesi, Termasuk juga dalam pencapaian karir. Seorang coach terbukti efektif untuk menjadi mitra bagi orang-orang sukses dalam mencapai prestsi terbaik di bidangnya.

Sudahkah Anda memiliki seorang coach bagi kesuksesan karir Anda?

Salam persahabatan!
@jumadisubur