Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Rabu, 16 April 2014

Semangat Kemakmuran

Menjadi kaya itu sering jadi impian banyak orang. Namun tidak semuanya berhasil mewujudkan impiannya menjadi kaya. Ternyata tidak semua orang terampil menjemput rejeki yang telah disediakan Allah Swt.

Ada kalanya semangat yang payah membuat ikhtiar menjadi goyah. Ilmu yang sedikit membuat ikhtiar kurang menggigit. Amal ibadah yang tidak istiqamah membuat ikhtiar melemah. Jadi semata-mata bukan persoalan tidak adanya rejeki, melainkan terampil menjemputnya atau tidak.

Tidaklah salah dan tidak dilarang jika seseorang bercita-cita menjadi kaya. Kita tidak dilarang kaya karena di dalamnya terkandung perintah Allah Swt dan tujuan syariat. Adapun kemiskinan menjadi sebuah kelemahan.

Sebenarnya, kekayaan dan kemiskinan adalah bagian dari ujian Allah bagi hamba-hambaNya dan hal itu bergantung pada seberapa besar ikhtiar para hamba. Ada yang berhasil melewati ujian kekayaan dan juga ujian kemiskinan. Namun banyak juga yang akhirnya gagal menjadi orang kaya, bahkan juga gagal menjadi orang miskin.

Bayangkan, suatu kesombongan saja bisa menggelincirkan seseorang. Orang kaya yang sombong adalah orang kaya yang buruk. Sebaliknya ornag miskin yang sombong adalah orang yang paling buruk dan dibenci Allah. Jadi, kemuliaan jelas bukan terletak pada kaya atau miskinnya seseorang. Kemuliaan di mata manusia tidak sama dengan kemuliaan di sisi Allah Swt.

Karena itu perlu ada semangat perubahan untuk menuju suasana kondusif, yaitu kemakmuran.