Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Jumat, 04 Juli 2014

Puasa Mengajarkan Kita Beda



Ternyata banyak hikmah atau pelajaran yang kita dapatkan dari berpuasa. Bukan hanya sekedar lapar dan dahaga tentu saja ada insight lain yang bisa kita pelajari.

Pernah mendengar hadits Nabi Muhammad yang kurang lebih mengatakan bahwa “Akan dating suatu masa dimana memegang kebenaran laksana menggenggam abra api. Dan sangat beruntunglah orang yang berbeda.”

Maka dulu para aktivis pergerakan menyebut diri mereka generasi ghuraba yang artinya adalah berbeda atau asing.

Orang yang berbeda artinya sama dengan orang tidak normal. Tidak biasa, alias luar biasa. Extra Ordinary.  Ternyata sukses juga diraih oleh orang-orang yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Keberhasilan hanya diraih oleh orang yang bersikap luar biasa.

Paling tidak karakter orang sukses mencerminkan 4 karakter yang  saya singkat CARE.

Sifat yang pertama adalah Commitment, (komitmen). Orang yang sukses dalam hidupnya selalu memiliki komitmen yang kuat adalam segala hal. Lihatlah orang-orang besar yang Anda kenal. Hampir semuanya memiliki ini kan? Nabi Muhammad memegang komitmen meskipun deraan ujian menghalangi perjuangannya, Bilal sanggup menanggung hukuman cambuk untuk memegang komitmen aqidahnya. Orang besar lainnya juga demikian, dulu hingga sekarang.

Puasa mengajarkan kita untuk memegang komitmen. Paling tidak ketika kita sudah berniat puasa, kita sanggup menahan godaan selama pagi hingga petang. Godaan nafsu, makan, menahan emosi dan banyak lagi. Ada maupun tiada orang kita tetap puasa kan? Tidak mungkin kita sembunyi-sembunyi untuk makan lalu dihadapan orang lain kita pura-pura puasa.

Karakter yang kedua adalah Achievment (Pejuang). Seorang yang berhasil dalam hidupnya senantiasa berjuang dalam meraih keberhasilan. Cerita klasik Sanders dan Alfa Edison sudah Anda hafal. Orang yang meniti kesuksesan mulai dari titik terendah juga sering Anda jumpai. Perjuangan para pahlawan juga bukti sejarah artis ebuah perjuangan. Orang sukses selalu berjuang keras mencapai apa yang dicita-citakan.

Puasa ramadhan mengajarkan kita menjadi orang yang achievement, berjuang mencapai tujuan kita. Goal puasa adalah melanjutkan sampai waktunya berbuka dan goal terbesarnya adalah menjadikan para pelakunya sebagai orang-orang yang bertakwa. Dan mencapai itu tidak mudah. Mencapai waktu petang dengan tanpa makan minum adalah perjuangan, termasuk berjuang mengendalikan hawa nafsu. Menjadi orang bertakwa adalah perjuangan. Melawan godaan dan rintangan, amar ma’ruf nahi munkar.

Sifat yang ketiga orang sukses adalah Responsibility (bertanggungjawab). Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, yang namanya tanggungjawab merupakan kaidah pokok orang-orang ebsar. Belajarlah dari Umar bin Abdul Azis ketika menjadi pemimpin 22 negara Islam dalam kekhalifahannya, lihatlah Syafrudin Prawiranegara ketika mengembalikan kursi kepresidenan kembali kepada Soekarno ketika ia kembali dan lihatlah tanggungjawab yang diberikan para pahlawan reformasi ketika para mahasiswa merasa dirinya merupakan agen perubahan.

Lihatlah orang yang berpuasa, mereka belajar bertangungjawab atas tugas mereka sendiri. Tanpa pengawasan orang lain mereka tidak berkhianat atas puasanya. Lihatlah juga para istri yang begitu bersemangatnya menyiapkan hidangan untuk sahur dan berbuka bagi suami dan anak-anaknya. Tanggungjawab social juga meningkat. BIasanya ketika orang berpuasa banyak melakukan sedekah dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Karakter keempat dari konsep CARE ini adalah Enthuastic (Antusias). Orang besar dan orang sukses pada umumnya kita ketahui mereka selalu memiliki antusiasme yang tinggi dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan hanya sekedar mencintai pekerjaan tapi berusaha sebisa mungkin untuk mencapai hasil yang lebih dari biasanya. Motivasi untuk berprestasinya sangat tinggi. Antusias mereka terhadap pencapaian hasil didasari kesadaran dari dalam diri mereka sendiri dan sebagian lagi mungkin karena dorongan dari eksternal. Yang pasti mereka senantiasa melakukan pekerjaan dengan penuh gairah.

Coba kita amati setiap tahun, menjelang bulan Ramadhan begitu antusiasnya umat Islam menyambut bulan suci ini. Saya saja 2 hari menjelang ramadhan sudah mendapatkan ratusan email yang berisi ucapan menyambut bulan suci Ramadhan. Perhatikan juga bagaimana para ibu- bapak yang sepulang kerja mereka menyiapkan hidangan berbuka untuk keluarganya, bahkan sampai ada membeli di warung-warung yang bertebaran. Antusias juga ditunjukkan anak-anak yang dengan riang gembira menyambut saat-saat berbuka dengan acara yang menarik lainnya.

Karakter kesuksesan orang berpuasa ditunjukkan dengan derajat taqwa. Suatu tingkatan yang paling tinggi nilainya disisi Allah. Kata Allah “Sesungguhnya yang paling mulia disisi-Ku adalah yang paling bertaqwa”. Orang yang paling berarti adalah yang sukses dalam hidupnya. Sukses dunia dan sukses akhirat.

Keempat karakter ini merupakan karakter dasar orang-orang suskes. Jika kita mampu mengambil hikmah dari puasa ini maka sesungguhnya kita belajar untuk mendalami karakter orang sukses dan saya yakin Andalah orang sukses itu.