Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 28 Oktober 2014

Karir Independen

Karir. Kata yang sering kita dengar. Namun apakah yang disebut karir itu? Apakah hanya seorang karyawan di kantor yang disebut memiliki karir? Bagaimana dengan seorang sekuriti, petugas jalan tol, tukang bangunan, pekerja pembersih gedung, apakah juga disebut karir? Bagaimana pula dengan trainer, dokter, pengacara, notaris, psikolog, terapis dan profesi lainnya, termasuk karir juga?

Tidak semua profesi memberikan jenjang karir. Jadi menurut saya yang disebut karir adalah jika pekerjaan tersebut memberikan kesempatan bagi orang tersebut untuk bertumbuh. Baik bertumbuh dari segi posisi (jabatan) maupun bertumbuh dalam segi pengetahuan (ketrampilan, keilmuan).

Dengan batasan ini, maka pekerjaan yang sifatnya monoton, tidak ada peluang naik ke jenjang yang lebih tinggi atau pekerjaan klerikal yang berupa aktivitas tetap sepanjang waktu, tentu sulit untuk disebut sebagai karir.

Sebaliknya jika pekerjaan itu memungkinkan untuk bertumbuh, meskipun tidak terikat ikatan kerja dengan perusahaan tertentu, memungkinkan untuk disebut karir. Orang-orang yang menekuni dunia multi level marketing, agen asuransi, penjualan langsung, konsultan, atau pelatih adalah contoh profesi yang memberikan peluang karir.

Ciri yang berikutnya bahwa pekerjaan itu bisa disebut karir adalah yang membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan tertentu (knowledge worker) karena profesi ini menuntut ketrampilan tertentu yang harus diperoleh melalui pendidikan, kursus atau latihan ketrampilan khusus lainnya. Maka seorang dokter, pengacara, notaris, penulis, pelatih adalah profesi yang memberi peluang karir karena pada standar ketrampilan tertentu mereka bisa bernilai lebihh dibanding profesi sejenis.

Dari pemaparan tersebut, kita dapatkan 2 jenis karir, karir yang berhubungan dengan pekerjaan di perusahaan (instansi) dan karir yang sifatnya independen. Dan boleh jadi karir independen justru membuka peluang kesejahteraan yang lebih besar. Bukankah jajaran orang-orang berpenghasilan tinggi (di atas 1M per tahun) justru ditempati oleh orang-orang yang mengambil jalur karir independen?

Jalur karir yang manapun yang Anda pilih, yakinkan bahwa Anda menimatinya.

Salam persahabatan.
@jumadisubur

www.tentangkarir.com