Aku Bangga dengan Pekerjaan Ini

Tidak semua orang merasa bangga dengan profesi yang dijalaninya. Bahkan ada sebagian yang hanya menganggap profesi yang dijalani saat ini hanya sekedar untuk status sebagai ‘karyawan’. Status sebagai orang yang bekerja, bukan pengangguran. Sebagian lagi ada yang tidak memiliki kebanggaan karena profesi yang digelutinya dalam pandangan umum dianggap pekerjaan kelas bawah, “únskilled jobs”, atau pekerjaan tanpa karir yang menjanjikan.


Saya beberapa kali bertemu dengan orang yang bekerja sebagai karyawan yang dianggap ‘rendahan’ di perusahaan, dan mereka merasa tidak terlalu bangga dengan pekerjaan tersebut. Ada yang berkata, “Ahh, saya kan hanya seorang petugas kebersihan disini Pak..”
atau kalimat lain yang seperti itu.

Namun tidak demikian dengan Jayadi, seorang sekuriti di sebuah perusahaan penyedia layanan TV kabel. Hampir 3 tahun dia telah bekerja disana sebagai petugas keamanan. Kantor tempat ia bekerja hanya sebuah ruko sederhana. Jumlah karyawan di kantor itu juga hanya hitungan belasan orang. Paling akan terlihat banyak kalau ada tenaga sales atau SPG saat ada even promosi atau pameran. Jayadi dengan meyakinkan menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Usia yang masih muda, badan tegap khas sekuriti dan wajah yang tidak bisa dibilang jelek itu selalu memancarkan senyum dan semangat yang tinggi.

Menurutnya ia bangga denga pekerjaannya saat ini, meski tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti ia akan pindah atau berganti profesi. Namun ia sangat senang dan antusias menjalankan tugas sebagai pengamanan di perusahaan itu. Menurutnya dengan menjadi sekuriti ia mendapatkan 3 keuntungan sekaligus: mendapat gaji yang cukup, pengalaman dan ilmu yang membuatnya bertumbuh dan ia berharap pekerjaannya itu menjadikan ladang amal atau ibadah.

Saya setuju dengan Jayadi.

Seharusnya kita bangga dengan profesi kita, apapun jenis pekerjaan itu jika memenuhi 3 kriteria:
  1. Pekerjaan itu menghasilkan keuntungan materi bagi kita, karena bekerja adalah sarana mencari nafkah.Tingkat kepuasan terhadap besaran kompensasi material tentu berbeda-beda tergantung kebutuhan, kondisi dan ekspektasi masing-masing orang.
  2. Profesi itu membuat hidup kita bertumbuh, berpeluang mendapatkan ilmu dan pengalaman, apalagi jika pekerjaan itu membuka peluang bagi kita untuk meningkatkan kapasitas ilmu, baik formal maupun non formal.
  3. Jika dengan melakukan pekerjaan itu membuat kita berpeluang untuk menambah kebaikan dan menjadikan pekerjaan itu sebagai sarana beribadah, beramal shalih dan menjadi jalan bagi kita menuju surga.

Banggakah dengan pekerjaan Anda saat ini?


@jumadisubur
Lebih baru Lebih lama