Menilai Sebuah Kerja

Seorang lelaki belia menawarkan koran lokal yang menjadi jualannya sehari-hari kepada seorang eksekutif muda yang sedang duduk di sebuah kafe sambil memainkan laptopnya. Dengan halus ia menolak untuk membeli.

"Maaf dik, aku lagi sibuk. Jual ke orang lain aja."
"Ada berita bagus Om. Mungkin bermanfaat buat bisnisnya Om." Anak kecil itu pantang menyerah.
"Kan udah aku bilang, aku lagi sibuk!"

Setelah selesai dengan kesibukannya, lelaki itu keluar kafe. Alangkah kagetnya saat di pintu keluar ia bertemu kembali dengan si anak penjaja koran.

"Sekarang udah ngga sibuk kan? Beli korannya Om..."

"Ini uang 1000 buat kamu, aku ngga mau beli koran. Anggap aja sedekahku buat kamu".
Uang itu diambil si anak kecil. Namun takberapa lama yang itu diberikannya kepada pengemis tua di sudut jalan.

"Loh..mengapa uang itu malah kamu berikan pada pengemis?" Sergah lelaki itu pada si tukang koran.
"Soalnya aku udah janji pada ibu untuk mencari uang dengan menjual koran. Aku tidak mau mendapat uang tanpa jerih payah. Aku nggak mau jadi pengemis." Sahut si anak kecil dengan tegas.


***


Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.


***@jumadisubur

Lebih baru Lebih lama