Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 17 Maret 2015

Mentor Untuk Sukses

Di Akademi Militer (Akmil) ada istilah Abang Asuh. Dimana seorang yunior yang baru masuk pendidikan tingkat 1 memilih salah seorang seniornya untuk menjadi abang asuh. Abang asuh ini menjadi semacam mentor untuk segala aspek selama pendidikan militernya. 

Inilah cara lain agar Anda termotivasi adalah membiarkan dipimpin atau dibimbing orang lain. Minta orang lain membimbing atau menjadi mentor Anda.

Dengan dimpimpin atau dibimbing orang lain, Anda akan diingatkan dan dimotivasi terus menerus olehnya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hal ini amat baik dilakukan jika Anda sendiri kurang berminat atau kurang semangat mengerjakan sesuatu, padahal pekerjaan itu harus Anda lakukan.

Tentu saja yang Anda pilih sebagai pemimpin atau pembimbing adalah orang yang bersemangat melakukan pekerjaan tersebut, bukan orang yang kurang berminat atau tidak bersemangat mengerjakannya.

Istilah mentor bisnis atau business coach baru dikenal dalam dunia bisnis belakangan ini. Padahal prakteknya sudah lama dilakukan secara tidak sengaja di lingkungan bisnis. Mentor bisnis adalah seorang pelaku bisnis yang telah berpengalaman kemudian membagikan ilmunya kepada pebisnis yang baru mulai usaha. Di masyarakat kita banyak dipraktekkan misalnya seorang ayah yang membimbing anaknya atau seorang paman membimbing keponakan.

Dengan bimbingan seorang mentor si pemula bisa belajar dan menduplikasi dari pengalaman sukses sang mentor. Jadi si pemula bisa mengurangi risiko kesalahan bila melakukan dengan caranya sendiri melalui coba-coba. Dengan demikian dia bisa menghemat waktu, uang dan tenaga yang terbuang bila harus coba dan gagal (trial and error).

Dalam dunia bisnis modern, cara ini banyak dipraktekkan. Contohnya dalam bisnis pemasaran jaringan atau multilevel marketing dan bisnis waralaba. Di bisnis MLM, keberhasilan seseorang sangat ditentukan dari sejauh mana ia bisa mencontoh dari seniornya yang sudah lebih dulu berhasil. Begitu pula di bisnis waralaba. Kita tinggal mencontoh sistim bisnis yang telah teruji berhasil selama ini.

Cara ini banyak dipraktekkan di masyarakat kita. Misalnya seorang kemenakan belajar kepada pamannya, atau seorang pengusaha yang sudah sukses kemudian membimbing karyawannya. Biasanya orang yang sudah sukses dengan suka rela membagikan ilmunya. Orang yang sudah sukses biasanya punya sifat keberlimpahan (abundance). Dia senang bersedekah, memberi ilmu kepada orang lain dan sebagainya. Cara belajar inilah yang paling efektif, karena belajar secara langsung. Sudah banyak kita saksikan contoh sukses melalui cara ini.

Cara ini disarankan hanya sementara waktu. Yakni ketika Anda belum bersemangat sebab cara ini masih mengandalkan orang lain untuk memotivasi Anda, padahal yang diharapkan adalah Anda sendiri yang akan memotivasi diri sendiri. Jika Anda sudah sudah bersemangat melakukannya, Anda tidak perlu lagi meminta orang lain memimpin dan membimbing Anda. Anda dapat mengerjakannya sendiri tanpa perlu dimotivasi orang lain.

Namun insan mulia, mentor tidak harus seseorang atau guru saja. Banyak orang sukses dalam bisnis yang justru memiliki mentor-mentor virtual. Dan dengan mentor virtual tersebut dapat dengan mudah Anda dapatkan melalui:

Bisa melalui buku-buku, audio book atau website dari orang yang telah sukses kita bisa memperoleh banyak pelajaran berharga. Contohnya: Jay Conrad Levinson (Penulis buku Guerilla Marketing), Michael E. Gerber (Penulis buku E-Myth), Anthony Robbins (Penulis Awaken the Giant Within), Harvey Mackay, Brian Tracy, Zig Ziglar, dll.

Saat ini di radio juga banyak mentor yang siaran melalui radio seperti di SmartFM, Pas FM, Ramako dll. Atau bisa juga melalui seminar bisnis. Hampir tiap minggu seminar bisnis dan pengembangan pribadi banyak diselenggarakan di Indonesia. Kita bisa memperoleh banyak pelajaran darinya. 

Apakah menggunakan mentor pasti sukses? Tidak, kalau nasihat mentor tersebut tidak anda lakukan. Pada saat mulai mentoring, biasanya lebih banyak yang menganalisa dan membantah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa idenya mentor itu mustahil atau tidak masuk akal. Akhirnya setelah mereka mulai ‘nurut’ kepada sang mentor, dan punya sikap mau mencoba, maka hasilnya mulai terlihat.[]