Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Jumat, 17 April 2015

Garis Strip Kehidupan

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri upacara pemakaman orangtua dari sahabat saya yang sama-sama tinggal di Kota Kudus. Seperti lazimnya upacara pemakaman di daerah tersebut, sebelum jenazah diangkat menuju pemakaman, maka ada semacam seremonial berisi sambutan dari keluarga yang terkena musibah dan juga dari tokoh masyarakat atau orang-orang tertentu yang ditunjuk.

Setiap orang yang memberi sambutan selalu menceritakan kesan mereka terhadap kehidupan almarhum. Kesan itu selalu dibatasi oleh 2 hal : sejak kelahiran hingga beliau wafat. Berbagai kesan dan komentar disampaikan oleh para pembicara. 

Sekilas saya melirik pada sebuah benda khas yang dinamakan nisan. Biasanya dari batu atau kayu sebagai patokan (tanda) bahwa disinilah si fulan dimakamkan. Di nisan itulah ditulis nama dan disertakan tahun kelahiran dan tahun meninggal. (Fulan bin Fulan 1960-2015). Kedua angka tahun tersebut dipisahkan oleh sebuah tanda : garis strip.  

Ternyata yang paling penting diantara semuanya adalah garis strip itu.

Garis strip itu melambangkan seluruh waktu yang kita habiskan hidupnya di bumi ini... Dan pada saatnya hanya mereka yang mencintai kita yang tahu apa nilai dari garis itu.

Garis strip itu bukan berapa banyak yang kita miliki; Mobil ... rumah ... uang, Yang penting adalah bagaimana hidup dan cinta kita Dan bagaimana kita melalui garis kecil kita.

Jadi pikirkan ini panjang-panjang dan masak-masak... Adakah hal-hal yang ingin kita ubah? Untuk anda tak akan pernah tahu berapa banyak waktu yang tersisa, Yang masih dapat di atur kembali.

Mari mencoba sedikit memperlambat kemarahan, Dan tunjukkan perhatian yang lebih. Mencintai dengan sebenar-benarnya melebihi cinta kita pada diri sendiri.

Mari belajar memperlakukan orang lain dengan rasa hormat, Mari lebih banyak tersenyum kepada oranglain. Terus mengingat garis strip istimewa itu. Kita tidak tahu kapan tahun penutup setelah Mungkin saja hanya bertahan sebentar.

Jadi, ketika kisah hidup kita dibacakan saat pemakaman, ketika jalan hidup kita diurut satu per satu... Akankah kita bangga dengan hal-hal yang mereka ucapkan?
Kisah tentang bagaimana kita menjalani garis strip kehidupan..