Senin, 29 Juni 2015

Sibuk dengan maisyah? Potensi harus terus terasah.

Ikhwah fillah, sebagai khalifah, kita adalah 'pegawai' Allah yang mengemban misi dakwah. Jadi sesibuk apapun dengan maisyah (profesi), kita harus tetap fokus mengemban amanah.


"Dan apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan memperkerjakannya sebelum dia mati." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana cara Allah memperkerjakan seorang hamba?" Beliau menjawab,"Dia memberiian taufik kepada hambaNya untuk beramal shalih, kemudian dia mencabut nyawanya dalam keadaan seperti itu." (HR Ahmad).

Seorang yang bercita-cita luhur dalam ilmu dan amal tentu akan mempertimbangkan bahwa maisyah yang digelutinya tidak akan mengganggu cita-cita itu, bahkan bisa dijalankan seiring.

Maisyah seperti apa yang bisa mendukung kerja dakwah dan agar ilmu dan amal kita semakin bertambah?
1) Hendaknya menghasilkan rejeki yang halal, bukan syubhat apalagi haram. Maisyah yang halal mengundang keberkahan, banyak manfaat dan menjadi penyelamat atas pertanyaan di akhirat.
2) Hendaknya pekerjaan yang kita geluti tidak membuat ibadah kita terlantar.
3) Maisyah yang dapat mengembangkan potensi kita agar lebih bermanfaat bagi umat.

Bukan cuma halal, pekerjaan kita seharusnya memberi kesempatan untuk mengasah potensi, terus meningkatkan kafaah dalam ilmu syar'i, wawasan dan pengetahuan semakin terasah dan terisi.

Maisyah, seharusnya jadi wasilah untuk terus berkiprah dalam dakwah dan menunaikan tugas sebagai khalifah.[]


Selamat bekerja. Selamat berburu surga.
@jumadisubur