Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 13 Oktober 2015

Gerakan 1821

Suatu hari ketika memberikan training motivasi kepada anak-anak sekolah kelas 3 SD yang mengikuti International Class Program, dan pengalaman ketika memberikan ceramah serupa kepada siswa-siswi SD dan SMP, ada keluhan yang hampir sama: orangtua mereka sibuk dengan HP/gadget ketika bersama mereka!

Pagi ini, saya menerima link video yang berisi kekerasan yang dilakukan seorang siswa berseragam SMP kepada temannya. "Korban" diperlakukan dengan sangat biadab, dipukul, ditendang, sudah seperti free fighting....bahkan kemudian beberapa temannya ikut serta memukul dan menendang siswa yang sama. Ini adalah kesekian kalinya mendapat kiriman video kekerasan di sekolah seperti ini. Bahkan sebelumnya saya mendapat kiriman video serupa yang dilakukan oleh siswi alias pelajar putri...naudzubillah.
Saya terpikir, apakah orangtuanya mengetahui kejadian ini, mengapa anak-anak bisa melakukan hal seperti ini?

Bisa jadi, ada keterkaitan antara tulisan saya di paragraf pertama dengan paragraf kedua. Anak-anak melakukan tindakan kekerasan di sekolah karena di rumah mereka jarang mendapatkan kehangatan suasana keluarga. Minimnya komunikasi dan interaksi, menjauhnya hubungan karena faktor teknologi: gadget telah "memisahkan" mereka dan keluarganya.

Oleh karena itu, saya setuju dengan gagasan Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, Direktur Auladi Parenting School untuk melakukan gerakan cinta keluarga.

Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget, hanya 3 jam saja : jam 18.00 sd 21.00. Simpan dulu HP-mu ayah bunda, simpan dulu BB, tab dan laptopnya. Temanilah ananda, hanya 3 jam saja kok. Bersamai mereka, dengan sepenuh raga, sepenuh jiwa.

Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?
3B: Bermain, Belajar, Bicara (Ngobrol). Iyah, cuma 3B saja. Bermain apa saja, boleh mainan tradisional, bermain petak umpet, tebak-tebakan...pokoknya apa saja. Bisa juga menemani mereka belajar. Belajar apa saja. Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya. Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol. Bicara, bicara, bicara. Ajak anak-anak bicara. Apa saja. Lebih-lebih bicara tentang mereka, keinginan mereka, dan apa saja.

Hanya 3B : bermain, belajar, bicara. Dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama. Bisa dikombinasikan. Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.

Mari ayah, ayo bunda.
Puasa gadget. Hanya 3 jam saja. Jam 18 sd 21 saja!

Ingat ya...1821!

Salam persahabatan
@jumadisubur