Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 14 November 2017

Karyawan dan Perubahan

Setiap kali mendengar kata perubahan, reaksi yang muncul pada kebanyakan karyawan adalah kaget, gelisah, jengkel, marah, menolak....dari urusan perubahan jam penerbangan, janji meeting, pengiriman barang, perubahan pada produk, sampai perubahan aturan atau ketentuan perusahaan. Padahal dalam sebuah perusahaan, perubahan demi perubahan pasti sering terjadi.


Sekalipun di awal perubahan selalu disebutkan bahwa, semua itu dilakukan untuk kebaikan bersama, tidak sertamerta karyawan mau menerima atau mendukung pelaksanaan kebijakan/aturan baru tersebut. Mereka beranggapan bahwa perubahan itu merupakan ancaman, bagi keadaan mereka saat ini, bagi masa depan atau penghasilan.

Dan yang lebih sering terjadi, sejujurnya penolakan terhadap perubahan itu dimulai dari hanya segelintir orang dalam organisasi, umunya mereka adalah karyawan lama, atau yang kurang produktif, yang selama ini merasa nyaman dengan pekerjaan atau posisinya.  Saat manajemen mengumumkan perubahan, ungkapan yang muncul adalah ”jangan-jangan aku harus kerja lebih banyak lagi”, ”jangan-jangan nanti tidak ada fasilitas ini lagi”, ”waduh, nggak enak dong kalo nggak bisa begini”, ”nanti posisiku akan digeser oleh si ini” dan ketakutan-ketakutan lain yang belum tentu terjadi.

Ketakutan-ketakutan seperti ini hanya terjadi pada orang-orang yang tidak mau berubah. Mereka merasa nyaman dengan kondisi yang ada sekarang.

Perubahan identik dengan perpindahan dari comfort zone menjadi danger zone, karena dengan berubah kita belum bisa memastikan apakah keadaan yang baru selalu lebih baik dari keadaan sebelumnya. Bahaya disini dalam arti belum ada kepastian mengenai kondisi setelah kita melakukan perubahan. Namun perubahan harus dilakukan karena kalau tidak berubah bisa jadi bisnis kita menjadi bangkrut, atau bahkan mati...

Dan jika perusahaan mengalami kebangkrutan, yang tekena dampak duluan adalah para karyawan. Terutama karyawan yang kerjanya pas-pasan, tidak antusias, tidak punya kreativitas, tidak punya semangat yang tinggi dan tidak mau berubah sesuai tuntuan perusahaan.

Dan karyawan yang lebih antusias terhadap perubahan, berpikir maju, kreatif, biasanya lebih maju dan lebih berkembang dalam karirnya. Mereka lah yang akhinya merasakan manfaat dari perubahan itu.


Karena iitu, sebagai seorang karyawan yang luar biasa, tunjukkan kepada perusahaan bahwa kita adalah orang yang tepat dan sanggup melakukan perubahan dalam hal apapun demi kemajuan perusahaan. Bahkan kita sanggup menjadi agent of change, agen-agen perubahan.