Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Rabu, 24 Januari 2018

Menyikapi Kesalahan

Anda pernah berbuat salah? Saya pernah. Banyak kali. Salah satunya adalah salah dalam melakukan pekerjaan. Saya pernah melakukan kesalahan fatal saat bekerja sebagai teknisi bagian IT (Information Technology). Saat itu saya salah memasang blok komponen yang menyebabkan server seharga 300 juta rusak karena terbakar.

Kesalahan adalah perilaku yang pasti pernah dan akan selalu pernah dilakukan manusia. Boleh dibilang kesalahan adalah hal yang melekat pada manusia, bahkan sejak mulai belajar tentang kehidupan. Sejak belajar merangkak, berlajar berdiri, belajar berjalan, berapa kali kita melakukan kesalahan. Demikian juga saat kanak-kanak, berapa kali kita melakukan kesalahan saat belajar bersepeda, bermain bersama teman, saat menjawab soal mata pelajaran di kelas hingga saat membantu orangtua di rumah.

Untuk bisa naik ke level yang lebih tinggi, manusia selalu mengalami peristiwa yang mengakibatkannya melakukan kesalahan. Untuk menuju kualitas lebih tinggi, manusia melakukan kesalahan demi kesalahan, seorang pelajar melakukan kesalahan dalam mengerjakan tes kenaikan kelas. Ahli fisika melakukan kesalahan untuk sebuah penemuan. Mahasiswa melakukan kesalahan sebelum berhasil menyelesaikan skripsinya. Seorang programmer melakukan kesalahan untuk menemukan program baru.

Ada kesalahan yang tidak membuat kita mati, biasanya kesalahan itu justru menguatkan. Kesalahan yang tidak mematikan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk terus memperbaiki diri. Dengan kesalahan, bisa jadi membuat diri kita lebih kuat, lebih cerdas, lebih lincah, lebih tekun bahkan memungkinkan kita lebih cepat beraksi menghadapi tantangan dan kesulitan. Pengalaman pernah salah membuat kita lebih sigap dan tangguh menghadapi kesulitan dengan kekuatan dan ketepatan yang lebih baik.



Seorang pemberani selalu siap menghadapi kesalahan demi kesalahan. Itulah resiko sebuah perjuangan. Karena itu kita harus menyiapkan diri untuk kemungkinan adanya kesulitan, masalah dan kesalahan. Orang yang bekerja keras berarti orang yang siap bertemu kesalahan. Dia berbuat, maka peluang kesalahan pasti ada. Jika tidak melakukan apa-apa, baru mungkin tidak akan melakukan kesalahan apapun.


Meski semua orang pernah melakukan kesalahan, namun tidak semuanya bisa menyikap kesalahan dengan baik. Ada yang menyikapi kesalahan dengan negatif, ada yang menyikapinya dengan positif. Yang negatif ia menjadi trauma dan tidak bernai mengulang lagi. Sebaliknya yang menyikapi positif, ia akan menjadi pribadi uar biasa (extraordinary people). Beberapa cara positif dalam menyikapi kesalahan :
  1. Meyakini bahwa kesalahan kita butuhkan untuk mencapai level lebih tinggi, meraih hasil lebih baik. Kesalahan dijadikan batu loncatan untuk mendapatkan cara-cara yang lebih baik dalam mencapai tujuan. 
  2. Membuat kesalahan adalah lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. “Kapal di pelabuhan akan aman, tapi bukan itu maksud dibuatnya kapal.” Hidup bukan hanya untuk diam atau berhenti di tempat. Hidup untuk berbuat. 
  3. Belajar dari kesalahan. Karena kesalahan akan memberikan pelajaran untuk mendapat cara-cara yyang lebih baik. Lebih baik salah karena berbuat daripada tidak salah karena tidak pernah berbuat. []