Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Senin, 12 Februari 2018

Kebohongan yang Biasa

Paling murah. Paling bagus. Paling semuanya. Serba paling. Itulah yang biasanya diucapkan oleh para pedagang ketika menawarkan dagangannya. Sebagiannya mengatakan dengan benar dan tidak sedikit yang hanya membesar-besarkan pembicaraan untuk menarik perhatian.

Ketidakjujuran seolah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kita akhir-akhir ini. Mulai dari lingkungan keluarga hingga penyelenggaraan negara terbiasa dengan kebohongan. Cobalah perhatikan, seorang anak kecil biasa ditakut-takuti oleh orangtuanya dengan kebohongan. Jangan bermain disana nanti ada setan. Awas nanti ada hantu. Padahal sepanjang hidup mereka sendiri belum pernah melihat mahluk yang mereka sebutkan itu. Juga ketika anak jatuh, mereka mengatakan “dasar kodok nakal” padahal tidak pernah ada katak menjerumuskan mereka.
 


Kebohongan lain ketika anak menangis, meminta sesuatu hingga ketika orangtua merasa terganggu istirahatnya, anak malah ditakut-takuti. Ketika akan meninggalkan rumah dan anak merengek ingin ikut, dicarilah alasan yang serba tidak jujur. Seakan berat sekali mengatakan sesuatu dengan benar atau seakan kebohongan akan memudahkan segala urusan.

Termasuk juga dalam penyelenggaraan pemerintahan. Berapa banyak aparat yang melakukan kebohongan. Manipulasi terjadi dimana-mana. Pungli merajalela, saling fitnah, saling tuduh dan saling tuding. Konspirasi hingga korupsi berjamaah. Semuanya adalah contoh nyata kebohongan itu. Mengatakan sesuatu yang tidak dilakukan. Melindungi kejahatan demi polaritas adalah sesuatu nyang dianggap biasa.

Seorang marketer harus menghindari sifat bohong. Sekali terjerumus pada kebohongan maka hilanglah kredibilitas seseorang. Sekali ia mengatakan sesuatu dengan tidak benar kepada pelanggannya maka tunggulah sampai semua pelanggan lari daripadanya. Semua orang tidak ada yang mau dibohongi. Karena itulah agar selalu berusaha mengatakan segalanya dengan benar.

Dalam surat Al Maidah (5) ayat 119, Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar

Dijanjikan balasan yang besar bagi orang yang berkata benar dan mengatakan kebenaran. Bahkan akan diberikan keuntungan yang besar. Sebab itu berkatalah dengan benar dan cukupkan kebohongan. Berkata dengan benar niscaya akan membawa keuntungan dan keberkahan. []