Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 13 November 2018

The Art of Influencing Others

Pagi hari yang cerah, Panji ingin menikmati udara pagi kampung halaman yang telah lama ia rindukan. Dengan berjalan kaki ia pergi ke sawah yang tidak jauh dari rumahnya. Hampir sebagian besar masa remajanya dihabiskan di sawah. Ia pernah bekerja mencari rumput untuk makanan ternak. Ia juga pernah menggembala kambing dan lembu. Caranya ada seorang yang punya modal, Panji dan saudaranya yang memelihara dan hasilnya dibagi dua.

Sepanjang jalan ke sawah sudah banyak yang berubah. Rumah-rumah sudah semakin banyak. Jalan kereta api yang dulu sebagai prasarana angkutan hasil kebun tebu untuk dibawa ke pabrik gula, sekarang sudah berubah menjadi ring road atau jalan lingkar untuk transportasi antar kota antar propinsi.


Di sepanjang jalan juga sudah mulai berdiri beberapa pabrik pengolahan kayu, pertukangan dan kerajinan. Namun di belakang gedung-gedung itu masih banyak sawah terbentang luas. Disinilah dulu Panji sering bersama kawan sebayanya mencari rumput dan menggembalakan kambingnya.

Kalau diingat banyak peristiwa lucu, mendebarkan, menegangkan dan berkesan selama hidup di daerah pertanian seperti ini. Masih segar dalam ingatannya ketika ia dan teman-temannya dikejar orang gila yang menjaga perkebunan tebu. Panji waktu itu tidak tahu kalau orang tersebut gila, dia mendekatinya saja ketika dipanggil. Kawan-kawannya mengisyaratkan untuk lari saja dari tempat itu, akhirnya dengan kecepatan tinggi karena takut Panji meninggalkan orang gila itu.

Ia juga pernah kena marah ayahnya karena terbukti memasukkan potongan-potongan bibit padi yang masih hijau dan segar ke dalam karung rumputnya. Ayahnya marah karena itu sama artinya mencuri tanaman orang dan ia tidak ingin ternaknya diberi makan barang curian.

Menggembala, kata sebagian orang merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk menjadi seorang pemimpin. Sebagaimana para nabi yang sebagian masa kecil mereka juga menjadi penggembala ternak. Sebagaimana Muhammad yang masa kecilnya juga menggembala kambing.

Dalam menggembala, seseorang dituntut untuk dapat mengarahkan ternaknya agar berada dalam batas-batas yang ditetapkan, tidak melanggar kebun atau memakan tanaman orang. Disisi lain penggembala harus membawa ternaknya dalam keadaan kenyang. Yang lebih besar lagi, ternak bisa dimanfaatkan untuk kegiatan membajak sawah atau pekerjaan pertanian lainnya.

Hasil ternak juga bisa dinikmati kembali oleh pemiliki atau pemeliharanya. Ternak yang gemuk dan sehat akan menjadikannya memiliki nilai jual tinggi dan membawa keuntungan bagi pemeliharanya.

Demikian juga kepemimpinan. Tugas pemimpin hampir mirip dengan penggembala kambing. Orang-orang yang dipimpin adalah sumber daya (resources) atau aset (capital) yang harus dioptimalkan dan dikembangkan agar membawa hasil yang positif bagi perusahaan. Tugas manajer adalah memberikan kontribusi terhadap profit, mendapatkan income yang cukup bagi perusahaan dan menjamin pertumbuhan bisnis. Dan semua itu dilakukan dengan memberdayakan orang-orang yang ada dalam timnya.

Disinilah diperlukan kemampuan pengaruh seorang pemimpin. Pemimpin yang kuat akan mampu memberikan pengaruh (to influence) kepada bawahannya sehingga orang-orang tersebut mau melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Cara mempengaruhi juga semestinya dengan cara-cara yang positif. Ketika setiap bawahan sadar dengan potensi yang dimiliki dan memiliki semangat untuk mengembangkan potensi itu, maka ia akan sanggup melakukan pekerjaan yang berat sekalipun.

Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain inilah yang disebut dengan kharisma. Pemimpin yang karismatik akan membawa dampak besar bagi organisasinya karena bawahannya akan dengan rela melakukan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

Dan kepemimpinan karismatik ini sangat dipengaruhi oleh pribadi pemimpinnya. Sejauh mana ia bisa menjadi teladan untuk anggotanya. Seberapa banyak ia menunjukkan kontribusi positif bagi timnya maka sejauh itu pula sumbangan yang diberikan anggotanya kepada organisasi.

Para tokoh pemimpin yang sukses sepanjang sejarah, kita dapati mereka adalah orang-orang yang secara personal memiliki integritas dan dedikasi yang tinggi. Banyak diantara mereka memang memiliki karakter istimewa yang cukup banyak terkumpul dalam pribadinya. Sebagian besar mereka adalah orang yang cerdas, pintar, ulet, terampil, pekerja keras. Secara fisik juga mereka sebagiannya gagah, tampan, cantik dan secara non fisik mereka rata-rata adalah pejuang yang tangguh, gigih, pantang menyerah serta religius.

Kita bisa belajar dari kebesaran Muhammad SAW, para khalifah, Umar bin Abdul Azis sampai tokoh-tokoh dunia seperti Rosevelt, Sukarno, Hatta, para pahlawan dan masih banyak lagi. Mereka memiliki kekuatan pengaruh yang kuat bagi orang di sekelilingnya. Mereka memiliki kharisma. []