Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Sabtu, 27 Oktober 2018

Be a Climber

Climbing adalah salah satu olahraga yang digemari karena tantangannya. Sebuah pertarungan untuk mengalahkan rasa takut sambil terus bisa menyatu dengan alam.

Ketika Dr. Michel-Gabriel Paccard dan Jaques Balmat berhasil menaklukkan Puncak Mont Blanc (4087 m) di Prancis pada Agustus 1786, minat orang terhadap olahraga ini semakin besar. Sejak itu, semakin sering para penggemar olahraga ini mencoba untuk menundukkan puncak-puncak ternama di dunia, seperti Alpen dan Everest.

Anda tak mungkin semangat setiap saat. Ada kalanya jika hidup terasa sulit. Sehingga motivasi hilang. Tetapi sebaliknya jika perasaan anda sedang senang. Anda akan mendapatkan kembali api motivasi tersebut. Motivasi akan muncul jika berhubungnan dengan nilai kehidupan, keinginan, kebutuhan dan ambisi. Memotivasi juga akan timbul jika hendak berpegian, kehidupan terancam atau waktu menghadapi resiko.

Maka tatkala anda kehilangan motivasi saatnya anda harus menantang diri sendiri, ciptakan lagi motivasi yang hilang. Bagaimana caranya? Cobalah menantang diri dengan melakukan kegiatan adventuring, climbing atau mountaineering. Karena semua aktivitas itu membuat Anda harus tetap antusias dan penuh percaya diri. Menantang diri sendiri anda berani mengakui segala kelemahan dan kekurangan diri. Anda harus siap mengubahnya menjadi kekuatan dan kelebihan. Berani menantang diri sendiri anda sudah masuk kedalam dunia komitmen yang tertinggi dalam proses pencapaian kemenagan diri anda.

Empat kemampuan motivasi yang dimiliki oleh para performer (climber) menurut Goleman adalah :


Dorongan Berprestasi
Yaitu sebuah dorongan untuk meningkatkan atau memenuhi standar keunggulan. Orang dengan kecakapan ini memiliki kemampuan sebagai berikut :Berorientasi pada hasil, dengan semangat juang tinggi untuk meraih tujuan dan memenuhi standar, menetapkan sasaran yang menantang dan berani mengambil resiko yang telah diperhiungkan. Mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mengurangi ketidakpastian dan mencari cara yang lebih baik dan terus belajar untuk meningkatkan kinerja mereka.

Komitmen
Yaitu menyelaraskan diri dengan sasaran kelompok atau lembaga. Orang dengan kecakapan ini : Siap berkorban demi pemenuhan sasaran lembaga yang lebih penting, merasakan dorongan semangat dalam misi yang lebih besar. Menggunakan nilai-nilai kelompok dalam pengambilan keputusan dan penjabaran alternatif (pilihan-pilihan). Dan aktif mencari peluang untuk memenuhi misi kelompok.

Inisiatif Yaitu kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan. Kelebihan yang dimiliki orang ini antara lain: Siap memanfaatkan peluang (baik peluang yang mereka buat maupun peluang eksternal), mengejar sasaran lebih daripada yang dipersyaratkan atau diharapkan dari mereka. Berani melanggar batas-batas dan aturan-aturan yang tidak prinsip (bila perlu) supaya tugas dapat dilaksanakan dan mengajak orang lain melakukan sesuatu yang tidak lazim dan bernuansa petualangan.

Optimisme
Yaitu kegigihan dalam memperjuangkan sasaran meskipun terdapat halangan dan kegagalan. Sesuatu yang dimiliki orang ini :Bekerja dengan harapan untuk sukses, bukan untuk takut gagal à(memahami arti kegagalan), tekun / ikhtiar dalam mengejar sasaran walau badai menghadang (halangan dan kegagalan). Memandang kegagalan dan kemunduran sebagai situasi yang dapat dikendalikan ketimbang sebagai kekurangan pribadi.[]