Sabtu, 04 April 2020

Mengukur Sepatu Orang Lain dengan Kaki Kita

Pernahkah kita mendengar ada orang yang membeli sepatu seharga 5 Juta, lalu kita bilang dia boros. Karena menurut kita harga sepatu 500 ribu yang kita beli sudah cukup bagus. Padahal tanpa sepengetahuan kita, sebenarnya orang itu telah berhemat, dari anggaran 20 Juta untuk harga sepatu yang biasa dia beli.
Sepatu orang Lain


Pernahkah kita mendengar ada orang yang LDM (Long Distance Marriage), berpisah jauh dari istrinya demi pekerjaannya, lalu dalam hati kita bilang ia telah gegabah. Mengambil resiko dengan menggadaikan keluarga demi sejumlah gaji dan penghasilan. Padahal tanpa kita tahu dia berusaha keras membangun komunikasi dan kebahagiaan keluarga sehingga rumah tangganya tetap harmonis.

Pernahkah kita merasa orang lain hidup berlebih saat ia bercerita tentang kebutuhan belanjanya 10 Juta sebulan, sedangkan kita cukup dengan pengeluaran 1-2 Juta per bulan. Padahal tanpa sepengetahuan kita, dia sedekah lebih banyak dari belanjanya. Dia juga tidak pernah berhutang kepada kita atau orang lain.

Siapa yang rugi? Kita.
Maka marilah berhenti mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita. Berhenti menilai orang lain dengan standar kita yang belum tentu lebih baik dari mereka.

Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita. Jangan menggunakan kacamata kita utk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya. ()