Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Senin, 29 April 2013

Bagaimana Mindset Hero?

Seorang anak muda berbicara dengan gurunya. Ia bertanya, "Guru, bisakah engkau tunjukkan dimana jalan menuju sukses ?"
Uhm....., Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata,  sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Anak muda itu segera  berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa  saat melangkah tiba-tiba ia berseru,
"Ha! Ini jalan buntu!"

Benar,  di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan.
"Barangkali aku salah mengerti maksud sang guru."
Kembali, Anak muda itu berbalik menemui sang guru untuk bertanya  sekali lagi, "Guru, yang manakah jalan menuju sukses."
Sang guru tetap menunjuk ke arah yang sama. Anak muda itu kembali berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah  tembok yang menutupi. Ia berpikir, ini pasti hanya gurauan. Dan anak muda itupun merasa dipermainkan.
Emosi dan dengan penuh amarah ia menemui sang guru, "Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, bicaralah!"
Sang guru akhirnya berbicara, "Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu."
Siapa bilang tembok adalah tujuan akhir?
Banyak jalan mencapai tujuan akhir. Ada yang terjal ada yang mendaki. Ada yang lurus dan mulus, ada yang berliku dan beronakduri. Ada yang hanya melewati jalan biasa, ada yang harus melampaui tembok tinggi.
Ada yang sampai pada tujuan mereka, ada pula yang berhenti di tengah jalan. Ada yang berhasil mencapai keinginannya, namun ada juga yang hanya mendapatkan ruang kosong dan kehampaan. Ada yang namanya tercatat dalam barisan pemenang, ada yang menjadi pecundang, ada pula yang namanya hilang begitu saja ditekan zaman. Ada yang bahagia dengan kesuksesannya dan ada yang terkubur dalam kegagalan.
Itulah liku-liku kesuksesan. Dan hanya ada satu kepastian, mereka menjadi pemenang karena mereka meniti jalan menuju garis finish. Mereka sukses karena mereka tahan menghadapi ujian dan berani bangkit dari kegagalan.
Para Company Hero selalu punya cara untuk menemukan kesuksesan mereka. Mereka berhasil karena mereka sanggup mematahkan belenggu yang ada dalam hati mereka. []