Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 16 Juli 2013

Telur Columbus

Masih ingat cerita tentang Columbus yang menantang orang-orang yang mencemoohnya untuk menegakkan sebutir telur di atas meja? Ijinkan saya menceritakan latar belakang kisah tersebut.

Sepulang Columbus dari perjalanannya yang fenomenal "menemukan" benua Amerika, berbagai penghargaan dan penghormatan datang melimpahinya. Namanya tenar dan perjalanannya menjadi pembicaraan di mana-mana. Walaupun banyak orang yang mengakui pekerjaannya sebagai sebuah prestasi, ternyata tidak semua orang dapat mengapresiasi dan menerima penghargaan yang diberikan atas kepeloporan Columbus.
Apapun motif yang ada di benaknya, mereka senantiasa mencela Columbus.

"Ah, kalau cuma melakukan perjalanan seperti itu aku juga bisa, cuma aku saja yang nggak mau," kata mereka.
Mendengar kata-kata miring yang ditujukan kepadanya, Columbus mendatangi mereka sambil membawa sebutir telur. Katanya, "Kalau kamu memang bisa melakukan seperti yang aku lakukan, sekarang tolong kamu buat supaya telur ini dapat berdiri tegak pada ujungnya."

Mendapat tantangan Columbus, orang-orang itu satu persatu mencoba memberdirikan telur itu. Semua mencoba dan semua gagal karena telur itu selalu terguling setiap dicoba untuk diletakkan pada posisi berdiri. Setelah berulang-ulang mencoba dan gagal, akhirnya mereka menyerah.

"Kalau kalian menyerah, maka aku akan tunjukkan kepada kalian bagaimana membuat telur itu dapat berdiri di meja, " kata Columbus. Maka diambilnya telur itu, lalu diletakkannya dengan keras di meja sehingga bagian bawahnya retak. Dan telur itupun dapat berdiri di atas meja.

Melihat telur dapat berdiri di meja tapi dilakukan dengan cara seperti itu, orang-orang kemudian protes. "Kalau caranya seperti itu, kami semua juga dapat membuat telur itu berdiri di atas meja."

"Kalau kamu dapat melakukan seperti yang aku lakukan, mengapa kamu tidak melakukannya sejak tadi..?"

Insan mulia,

Sering kita terjebak dalam sikap meremehkan pekerjaan atau prestasi orang lain karena kita merasa bisa melakukan hal tersebut. Saat rekan kita berhasil melakukan sesuatu, yang menurut kita sederhana, lalu kita katakan kepada mereka bahwa kita juga bisa melakukan seperti itu, atau kita justru mencemooh rekan kita tersebut, maka berhati-hatilah, jangan seperti teman-teman Columbus.

Adalah sesuatu yang berbeda, merasa bisa dan terbukti bisa.

Karena itu cobalah untuk membuat suatu terobosan baru, cara baru, untuk melakukan pekerjaan Anda. Buktikan bahwa Anda memang bisa melakukannya. Dan saya yakin Anda bisa dan mampu melakukannya.
[js]