Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Senin, 26 Agustus 2013

Pareto Kehidupan : Aturan 80/20

Alkisah, adalah seorang ekonom berkebangsaan Italia bernama Vilfredo Pareto yang mencoba meneliti pola kekayaan dan penghasilan di Inggris pada tahun 1897. Konon dalam hasil penelitiannya ia menyimpulkan, bahwasanya 80 persen kekayaan negara dimiliki dan dinikmati oleh 20 persen populasi penduduk, dan 20 persen sisa kekayaan tersebut diperebutkan oleh 80 persen dari jumlah penduduknya.

Dalam perkembangannya, adalah Joseph M Juran pada tahun 1941 mempopulerkan istilah prinsip Pareto. Juran sendiri adalah ahli Manajemen Kualitas, banyak teori-teori kualitas dan buku-buku sekarang yang meneruskan dasar pemikirannya menjadi ilmu Manajemen Kualitas.

Prinsip ini yang kemudian dipakai oleh para konsultan manajemen kualitas dalam memberikan panduan untuk perusahaan-perusahaan meraih kesuksesan dengan memanfaatkan hukum Pareto: rasio 80/20.

Rasio ini menggambarkan secara kasar bahwa mayoritas hasil (digambarkan sebagai 80 persen meski tidak selalu tepat segitu), didapatkan dari minoritas upaya (sekitar 20 persen) yang dilakukan. Rasio ini bisa juga berbentuk distribusi 80-10 atau 80-30. Intinya adalah sebagian besar akibat dihasilkan oleh sebagian kecil penyebab.

Prinsip ini memang bukan suatu hukum yang baku, tapi hanya sebagai sebuah kemungkinan teori yang bisa diterapkan untuk efektivitas dan efisiensi. Anehnya, dimana-mana kita akan menemui prinsip ini dan digunakan dalam berbagai aturan kehidupan. Pareto seakan-seakan menjelma menajdi hukum alam:
  • Laporan dari UNDP mengungkapkan bahwa hanya 20 persen dari seluruh populasi dunia yang merupakan pemegang 83 persen kekayaan total dari seluruh negara.
  • Tingkat penghasilan dari 20 persen orang-orang terkaya ini mencapai 80 persen pendapatan dunia.
  • Laporan kriminal menyebutkan bahwa  80 % kejahatan dilakukan oleh 20 % penjahat.
  • Dalam dunia bisnis, 80 persen pendapatan dihasilkan dari 20 persen jenis produk atau penjual yang paling unggul.
  • Dikatakan juga bahwa 80 persen profit atau laba didapatkan dari 20 persen pelanggan terbesar.
  • Dalam dunia pelayanan disebutkan 80 % dari keseluruhan komplain atau keluhan diutarakan oleh 20 % pelanggan saja. 
  • Juga ditemukan bahwa 80 persen penjualan dihasilkan dari 20 persen jenis produk
  • Dalam hal penjualan dikabarkan bahwa 80 % penjualan dibukukan oleh 20 % top sales persons.
  • Di dalam suatu perusahaan, 70-80 persen laba dihasilkan oleh 20-30 persen karyawan. Maka dari itu perusahaan harus bisa mengindentifikasi para karyawan kunci ini, lalu meningkatkan keahlian mereka, dan mempertahankannya agar tetap loyal berjuang bersama-sama di perusahaan tersebut.
Peraturan 80-20 ini memberikan suatu pemikiran yang berguna bagi efektivitas dan efisiensi penggunaan waktu serta sumber daya lainnya. Dengan berfokus pada 20 persen area yang benar-benar produktif, kita bisa membuat suatu peningkatan yang signifikan. Agar efektif serta efisien.

Bagaimana dalam kehidupan kita?
  • Dapatkah kita rasakan bahwa 80 persen kebahagiaan kita didapat dari hanya 20 persen dari kesemua aktivitas yang kita lakukan.
  • Dalam pekerjaan juga : 80 persen hasil kerja atau pencapaian KPI kita didapatkan dari 20 persen aktivitas kerja 
  • Hanya 20% dari program kita dan itu memberikan kontribusi 80% dari seluruh hasil.
Dan masih banyak daftar yang bisa kita buat.

Sekarang marilah kita coba memilah mana aktivitas yang masuk dalam kategori "20" namun itu mempengaruhi "80" hasil dan kebahagaiaan kita dalam hidup? []


Ingin tahu caranya? Hubungi saya untuk diskusi lebih lanjut.