Sabtu, 21 September 2013

The Power of Nekad

ikisahkan ada seorang preman selesai minum kopi di sebuah bar. Ketika ia keluar ternyata mobilnya tidak terlihat di tempat parkir. Ia berang. Lalu masuk kembali ke dalam bar.
"Siapa yg ambil mobil saya ayo ngaku, atau aku akan mengambil tindakan!" Sambil dikeluarkannya pistol dari balik jaketnya.

Belum ada reaksi apa-apa dari tamu lainnya. Ia lalu menuju ke meja bar, meletakkan pistol di meja dan memesan 1 gelas minuman coffee shake.
"Baik. Aku tunggu sampai minumku habis. Kalau tidak ada yang mengembalikan mobilku, aku akan nekad seperti yang aku lakukan di Kemayoran waktu itu!".

Benar juga. Tidak berapa lama mobilnya kembali ke tempat parkir semula.
Ia lalu membayar dan menuju ke tempat parkir untuk pulang.

Sebelum meninggalkan lokasi itu, seseorang bertanya,"Bang, nekad seperti apa yang Anda lakukan waktu itu di Kemayoran?"

"Ya aku pulang jalan kaki, mau gimana lagi?" Jawabnya mantab.

He..ada-ada saja yah..

Teman-teman, banyak kisah sukses seseorang katanya diawali dengan modal nekad. Sebenarnya apa beda nekat dan berani?

Ya. Kalau berani dilandasi dengan ilmu dan perhitungan. Sedang nekad, ya lakukan dulu, gimana nanti. Ini antara 'do' and 'think', yang mana dulu.
Mau pilih yg mana?

Benarkah keberhasilan pengusaha dan tokoh-tokoh muda Indonesia seperti Sandiaga Uno, Mas Mono, Rangga Umara, Jaya Setiabudi dan yg lainnya adalah modal nekad?

Have a great Day!



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT