Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Minggu, 13 Oktober 2013

Social Contribution

Sebuah keluarga kaya terdiri dari 2 orang suami istri yang sama-sama bekerja. Rumahnya besar, megah dengan pagar tinggi di sekelilingnya. Karena kesibukan suaminya berbisnis dan istrinya yang wanita karir, mereka tidak sempat melakukan kegiatan bersama masyarakat. Waktu libur mereka gunakan untuk bertemu dengan relasi bisnis, atau berjalan-jalan berdua untuk refreshing, menonton, jalan-jalan ke mal di kota atau sekedar makan malam di restoran pilihan.

Mereka berdua memilih tinggal di desa walau agak jauh dari kota tapi mereka merasa nyaman. Suasana desa masih asri dan hawanya sejuk.

Namun ada satu hal yang mereka tidak pernah lakukan, ikut kegiatan kemasyarakatan. Mereka bahkan hanya bertemu dengan perangkat desa, ketika membuat ktp saja, selain itu mereka hampir tidak bertemu warga yang lain. Ketika diminta iuran keamanan, mereka tidak mau karena merasa rumahnya sudah aman, ada penjaganya dan mereka punya pembantu yang mengurus rumah. Mereka juga tidak pernah ikut siskamling.

Saat diajukan proposal untuk membangun fasilitas umum dan tempat ibadah, mereka tidak pernah berkontribusi karena mereka merasa tidak pernah memanfaatkan fasilitas tersebut. Untuk olahraga, mereka sudah ikut gym club di kota. Ibadah sering dilakukan di rumah.

Mereka sama sekali tidak pernah hadir dalam acara-acara lingkungan. Hingga warga juga tidak pernah memperdulikan mereka lagi.

Hingga suatu hari, mereka berdua pergi liburan ke luar kota. Datang sebuah mobil ke rumah mereka. Setelah berbicara dengan petugas keamanannya dan terlibat pembicaraan a lot, tamu itu dibukaakan pintu. Sebuah mobil van ukuran besar masuk ke dalam garasi dan pintu gerbang ditutup kembali. Setelah beberapa saat, pintu itu terbuka kembali, mobil keluar garasi. Setelah mengunci kembali, pintu gerbang, mobil dan para tamu itu pergi.

Dua hari kemudian ketika pasangan itu pulang, alangkah kagetnya, saat mendapati seisi rumahnya berntakan. Barang-barang berharganya ludes. Semua simpanan uang dan perhiasan yang ada di rumah amblas. Dan yang lebih tragis, para penjaga rumah dan pembantunya sudah menjadi mayat dalam keadaan terikat.

Mereka melapor ketua RT dan menanyakan kepada tetangga sekitarnya. Namun mereka tidak ada yang tahu kejadian tersebut. Warga yang melihat tamu datang, memang mengira itu tamu biasa, tidak menyangka bahwa itu rombongan perampok.

Sepasang suami istri itu marah-marah dan menyalahkan ketua RT dan warga, menganggap bahwa mereka tidak memperhatikan rumahnya, tidak peduli dengan keadannya. Mana siskamling, mana kebersamaan...begitu cerocos mereka.

Menurut Anda, bagaimana sikap warga kepada pasangan kaya tersebut?

Jangan hanya sibuk dengan pekerjaan dan bisnis, hingga lupa dengan aktivitas sosial Anda. Berikan kontribusi terbaik di masyarakat, sehingga suatu saat kita butuh bantuan, mereka dengan mudah membantu kita.


Selamat berakhir pekan.
@JumadiSubur

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT