Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 12 November 2013

Membangkitkan Positivity

Setelah posting tulisan 'Positivity' saya mendapat beberapa pertanyaan seputar bagaimana agar tetap bisa bersikap positif bagaimana pun keadaannya. Dan beberapa pertanyaan lain yang serupa.

Posivity adalah fitrah. Sudah menjadi bawaan lahir.
Ngga percaya?
Coba kita simulasi sebentar. Luangkan waktu sejenak membaca cerita ini dan mari kita jawab berdasar suara hati:
  1. Ketika sedang duduk di lantai marmer yang bersih, licin dan mengkilap. Tiba-tiba kita melihat ada potongan kertas bekas yang terserak. Apa yang ingin Anda lakukan?
  2. Lalu tiba-tiba ada seorang yang membuang puntung rokok sembarang di lantai tersebut, apa yang Anda rasakan?
  3. Dalam sebuah perjalanan, Anda melihat seorang pemuda tanggung yang akan menjambret tas milik seorang wanita tua, Apa yang ingin Anda lakukan?
 Kemungkinan besar jawabannya adalah:
  1. Secara fitrah, kita "ingin bersih" sehingga berkeinginan memungut sampah tersebut
  2. Kemungkinan akan melarang orang tersebut membuang puntung rongkok sembararangan, atau mengambil dan membuangnya ke tempat sampah 
  3. Kita ingin menolongnya kan?
Jika sepakat dengan jawaban saya, berarti kita sepakat bahwa pada dasarnya kita diciptakan dengan positivity. Jika kemudian kita kerap bersikap negatif, mungkin karena pengaruh informasi yang masuk dalam benak kita melalui apa yang kita baca, kita dengar dan kita rasakan.

Nah, bagaimana membangkitkan kembali positivity agar kita secara total dapat berpikir dalam kerangka positif?
Dalam buku "10 Jurus Terlarang" yang kami tulis bersama-sama Ippho Santosa dan Diyah Purnamawati,  ada tips singkat membangkitkan pikiran positif.

1) Selalu berpikir positif kepada Tuhan Yang Maha Kuasa (vertical positivity)
Yakni dengan bersungguh-sungguh percaya bahwa semua yang kita alami adalah pemberian dari Tuhan yang terbaik buat kita. Semua kejadian pasti telah tercantumd alam rencana-Nya dan kita semua yakin bahwa rencana-Nya tentu selalu baik untuk kita.

Dalam buku "Visa ke Surga" disebutkan sebuah cerita, seorang anak muda yang sedng pulang kampung dari rantaunya, membawa sebungkus kue donat untuk oleh-oleh adiknya di rumah. Setelah menempuh perjalanan panjang naik bisa malam, ia kemudian naik angkutan desa menuju ke kampungnya. Sesampai di jalan ia baru sadar bahwa kue donatnya tertinggal.

Antara bimbang, penyesalan dan mengutuk ketelodarannya, ia putuskan untuk berhenti, turun dari angkot dan kembali ke terminal guna mengambil donatnya yang tertinggal. Dan ketemu. Lalu ia naik angkot sejenis. Menjelang masuk ke kampungnya, dia mendapati kejadian yang mengejutkan. Angkot yang dia naiki sebelumnya, mengalami musibah, terguling ke jurang. Semua penumpangnya terluka.

Sejak saat itu, dia menyadari bahwa selalu ada hikmah atas semua kejadian. Dan anak muda itu merasa harus berkhusnudzon kepada Allah.

2) Berpikir positif pada diri sendiri (inner positivity)
 Kita diberikan potensi yang luar biasa oleh Tuhan dalam bentuk jasad (fisik), jiwa (hati) dan akal (pikiran) yang ketiganya hanya diberikan secara sempurna kepada manusia. Tidak kepada mahluk Tuhan yang lain. Untuk itulah kita harus menyadari bahwa kita diciptakan memang disiapkan untuk menjadi pemenang.

Jangan main-main dengan kemampuan kita. Tuhan juga berfirman, "Sungguh, tidak aku ciptakan kalian dengan sia-sia".

Kurang apa lagi?

3) Berpikir positif kepada orang lain (horizontal positivity)
Jika Winston Churchill pernah berkata bahwa sikap adalah hal kecil yang akan membuat perbedaan besar, itu memang benar. Sikap kita kepada orang lain akan mempengaruhi kehidupan kita dalam masa yang lama. Jika kita selalu bersikap positif, menghargai orang, memaafkan, memberikan pujian, mendoakan, maka kita akan merasakan bagaimana energi itu akan kembali kepada kita, memompa semangat kita.

Sebaliknya, jika kita bersikap negatif kepada orang lain, maka sikap kita itu juga akan mempengaruhi kehidupan kita secara besar. Kepada satu orang kita mendendam, misalnya, itu akan memperkeruh jiwa kita. Memupuskan semangat dalam diri kita. Ngga percaya? Buktikan saja sendiri...:)

Saya yakin, positivity akan mengantarkan Anda pada posisi mood dan feel good.

So, let's be positive. Again. []

Salam persahabatan.
Twitter saya @jumadisubur