Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Rabu, 13 November 2013

Produktivitas Menurun 50% Saat PMS?

Dandy hari itu terlihat murung. Dia sedang menatap layar notebook dengan wajah kurang bergairah. Penjualan minggu ini mengalami penurunan. Salah satu sales andalanya tidak masuk 2 hari ini karena sakit. Anehnya, sakit ini rutin, setiap bulan, salesnya ini seorang wanita yang cukup enerjik sebenarnya, namun dia memiliki keluhan bulanan, katanya sudah hal lumrah bagi wanita. Pengaruh PMS. Dandy jadi bingung bagaimana menyikapinya.

Berdasarkan literatur yang saya baca, disebutkan bahwa Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul kembali di setiap periode menstruasi.
Menurut penelitian, hampir 80 persen perempuan mengalami gejala PMS setiap bulan. Gejala PMS sangat bervariasi antara satu perempuan dengan perempuan lainnya. Mulai dari mduah tersinggung, sedih, nyeri, malas kerja, tidak pede hingga munculnya jerawat..:)

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara keluhan PMS dengan produktivitas. Data yang diperolah menunjukan beberapa hal:
  • Angka tidak masuk kerja lebih tinggi, selama lebih dari lima hari kerja per bulan, 
  • Produktivitas kerja mengalami penurunan sebesar 50% 
  • Lebih tingginya kejadian terganggunya hubungan inter-personal dan aktivitas social, pekerjaan atau sekolah pada kelompok penderita PMS yang diteliti.
Wah ternyata cukup berpengaruh juga yah..


Namun disamping itu semua, hal yang lebih penting bagi Anda para wanita -yang tentu lebih memahami hal ini daripada saya- adalah bagaimana agar tetap menjaga semangat dan tetap pede pada saat tamu bulanan itu datang. Menjaga keseimbangan emosi dan spiritual adalah hal yang penting dilakukan.

Ada beberapa orang yang merasa bahwa ketika sedang datang bulan, jadi merasa terkucilkan, tidak bisa melakukan banyak aktivitas, khusunya beribadah bagi yang muslim. Kesempatan untuk berbuat baik sepertinya terbatas. Bekerja merasa tidak bisa optimal. Dan sebagian lagi malah ada yang merasa dikucilkan oleh suaminya...:)

Nah, jika demikian bagaimana cara agar tetap semangat di kala tamunya datang?
Tips berikut semoga bermanfaat.

1) Perbanyak kegiatan-kegiatan fisik.
Melakukan olahraga dengan volume aktivitas lebih banyak dari biasanya, hingga terasa capek. Yoga, main basket, badminton, senam atau olahraga apapun yang menjadi hobi Anda. lakukan sampai terasa benar-benar capek. Lalu gunakan untuk tidur. Hal tersebut akan menjaga keseimbangan jiwa dan keseimbangan pikiran.

2) Lakukan apresiasi spiritual.
Khusus bagi Anda para muslimah, karena aktivitas ibadah harian tidak bisa Anda lakukan, tidak bisa tilawah, tidak bisa puasa, tidak juga sholat, namun jangan sampai tertinggal dalam ibadah. Anda masih bisa melakukan ibadah-ibadah sosial: infak, sedekah, berbagi ilmu, mengajar atau yang lainnya. Hal ini akan menciptakan balance, keseimbangan spiritual.

Termasuk juga, Anda bisa memberikan apresiasi jiwa dengan membaca, membaca buku-buku novel, komik, cerpen atau buku lain yang Anda suka. Ini juga penting untuk memberikan apresiasi.

3) Apresiasi sosial dan keluarga
Gunakan waktu-waktu tersebut untuk membuat acara bersama keluarga, makan malam di restoran favorit, jalan-jalan bersama keluarga atau yang lainnya. Hal ini akan menghasilkan keseimbangan jiwa, spiritual, fisik dan juga sosial.

Silakan mencoba.