Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Kamis, 14 November 2013

Passion or Compassion

Dalam beberapa kesempatan menghadiri acara TDA (komunitas tangan di atas) saya bertemu dan banyak orang-orang yang sukses di usia muda. Mereka adalah para pengusaha-pengusaha hebat indonesia yang bergabung dalam komunitas TDA sebagai wadah untuk berbagi ilmu, sharing, membangun jejaring dan tentu saja menebarkan semangat kewirausahaan. Tangan Di Atas sendiri dipilih sebagai salah satu semangat untuk memberi, membuka lapangan kerja dan menebar manfaat bagi sesama.

Selain para pengusaha, disini juga berkumpul para trainer, mentor dan business coach yang selalu siap memberikan nasehat, inspirasi, motivasi dan bimbingan kepada para calon pengusaha. Semangat yang luar biasa terpancar dari komunitas ini.

Disamping itu juga, yang tidak kalah menarik adalah semangat berbagi. Dari para pebisnis muda ini juga muncul komunitas-komunitas berbagi, ajakan sedekah dan membantu sesama. Seakan-akan memang antara bisnis dan berbagi tidak bisa dipisahkan.

Kalau menurut sahabat saya, Ippho Santosa, yang juga sering mengisi acara-acara TDA, kunci kesuksesan hanya ada 2 : Passion dan Compassion. Apa maksudnya?

Pernahkah melihat seseorang melakukan sesuatu dengan senang, bergembira dan bersemangat? Bahkan sampai tidak perduli terhadap keadaan disekitarnya. Mereka mengerjakan dengan fokus dan enjoy siang dan malam. Energy yang dikeluarkan begitu kuat sehingga hasilnya dari pekerjaannyapun luar biasa. Sehingga lambat laun orang tersebut menjadi ahli dan profesional di pekerjaan tersebut.

Di lain pihak kita melihat seseorang melakukan sesuatu dengan biasa saja secara rutin. Mereka melakukan bak mesin, kapan tombol mulai dan kapan tombol berhenti. Tidak terlalu bersemangat, tiada terpancar rasa senang dan gembira atas pekerjaan tersebut. Dia melakukan karena kewajiban yang mengharuskan dia melakukannya. Hasil dari pekerjaannya tersebut tidak ada yang luar biasa spektakuler. Wal hasil dari bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun tiada perkembangan atas diri orang tersebut baik dari aspek karier maupun keuangan.

Begitulah kira-kira perbedaan orang yang bekerja dengan passion dan yang tidak.

Passion, berkaitan dengan cita-cita yang tinggi, kebuatan tekad, ikhtiar yang selalu maksimal dan memiliki militansi dalam beraktivitas.

Sedangkan compassion erat kaitannya dengan kerendahan hati, keikhsalan untuk berbagi, keengganan untuk menyakiti dan kerelaan untuk mengalah.

Sepertinya dua hal ini bertolak belakang, namun sesungguhnya tidak. Keduanya seharusnya melekat dalam semangat kita, secara integral. Sepertinya berlawanan, nanmun sejatinya beriringan. Sekilas kontradiksi namun sesungguhnya ini pasangan serasi. Bukankah Tuhan memang menciptakan semuanya berpasangan (meski terkesan berlawanan) : manis-pahit, terang-gelap, pria-wanita, pemimpin-pengikut, atasan-bawahan (ya iyalah..masak pakai atasan doank..malu kan?..ups..!)

Sejarah telah membuktikan orang-orang sukses memadukan dua hal ini, passion dan compassion. Sejak zaman Nabi dan para sahabat, dimana mereka punya semangat luar biasa untuk berjuang namun juga kepekaan sosial yang tinggi. Juga para pebisnis sukses dunia, mereka bukan hanya menjadi orang terkaya, pebisnis sukses, namun mereka juga senang sekali berderma dan peduli sesama.

Sama seperti yang dicontohkan teman-teman muda kita di TDA. Mereka adalah pebisnis sukses di bidangnya masing-masing. Namun mereka juga pelopor kebaikan dan kepedulian dengan sesama. Maka lahirlah komunitas Sedekah Harian, Sedekah Diantar, Social Preneur, dan lain-lain. Sedekah Rombongan (www.sedekahrombongan.com) yang digagas Saptuari Sugiharto, seorang pengusaha kaos dari Jogja, misalnya telah berkiprah langsung membantu banyak orang yang membutuhkan.

Memiliki passion akan meningkatkan daya tahan dalam bekerja atau melakukan sesuatu. Bekerja dengan passion, meniti karier dengan passion dan melakukan hubungan dengan passion tentu akan bertahan lama. Tantangan dan rintangan apapun tidak akan  mengendorkan semangat yang telah tertanam. Pantang menyerah.

Bekerja dengan compassion akan menjadikan diri kita lebih peduli, perhatian dengan sesama, sopan santun, toleransi, semangat berbagi dan tentu saja meneguhkan keimanan kita.

Passion dan compassion, cita dan cinta!

Salam persahabatan!
Diskusi dengan saya lewat twitter @jumadisubur