Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Sabtu, 04 Januari 2014

Apa yang kita berikan kepada lingkungan sekitar?

Sepasang suami istri yang kaya sedang membeli sebuah rumah besar dan bidang tanah yang ada di sebuah desa. Rumah itu direnovasi dan dibangunlah pagar yang mengelilingi seluruh bagian rumah. Setelah jadi dan siap ditempati dia mengundang teman-teman dan relasinya dari kota, tetangga sekitar malah tidak diundang.

Keesokan harinya Pak RT menyambangi penghuni baru di lingkungannya itu untuk menyampaikan kebiasaan dan tata tertib kampung. Tentang program siskamling, program pembangunan lingkungan dan program sosial.

Penghuni baru tersebut malah dengan sombongnya berkata bahwa ia tidak perlu ikut siskamling, karena rumahnya sudah dipagar sangat tinggi sehingga pasti aman. Apalagi rumahnya juga dijaga sekuriti dan beberapa pembantu di rumahnya. Ia juga bilang tidak ingin ikut kegiatan lingkungan karena kesibukan bisnis dan pekerjaan istrinya. Untuk program sosial, ia tidak ikut karwna sudah punya asuransi, jadi kalau ada apa-apa dengannya asuransi pasti mengganti.

Begitulah, keluarga baru pindah itu hidup dalam kemewahan di rumahnya sendiri. Sering terlihat mereka keluar mengendarai mobil mewah keluar dari garasi lalu pintu pagar ditutup kembali oeh sekuriti. Mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Pernah suatu hari beberapa remaja kampung mengajukan proposal pembangunan masjid, namun ditolak oleh mereka. Mereka bilang sudah sering membantu pembangunan masjid di berbagai kota. Jadi untuk masjid kampung ini mereka belum bisa membantu.

Begitupun kejadiannya ketika pengurus karang taruna datang untuk meminta bantuan dana kegiatan olahraga di kampung. Berbagai alasan mereka kemukakan.

Hingga suatu hari, ketika suami istri itu sedang ke luar kita, sebuah mobil box cukup besar berhenti di depan rumah itu. Setelah berbicara sebentar dengan sekuriti dan sempat terlihat menelepon, akhirnya mereka dibukakan pagar dan mobil box itu masuk ke halaman rumah. Pagar ditutup kembali.
Kurang lebih 2 jam lamanya terlihat pagar dibuka dan mobil box itu keluar. Seseorang menutup kembali dan mengunci pagar. Dan seperti biasa rumah itu kembali sunyi.

Keesokan harinya, terjadi kehebohan saat yang empunya rumah pulang. Terdengar jeritan si istri yang menggemparkan seluruh kampung. Saat warga berdatangan, mereka kaget, ada 3 jasad tergeletak di rumah itu. Sekuriti rumah dan dua orang pembantu. Jasadnya berlumuran darah yang sudah mulai membeku. Barang-barang berharga di rumah itu ludes. Rumah itu dirampok.

Sebagian warga bersimpati dan membantu pasangan tersebut, memanggilkan ambulance dan melapor polisi. Namun sebagian besar lainnya saling bergumam menyalahkan orang tersebut yang angkuh dan sombong.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari kisah ini?
Apa yang telah kita berikan kepada lingkungan sekitar kita?
Salam persahaban!