Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Jumat, 21 Februari 2014

Bagaimana Jika Terlanjur Benci dengan Pekerjaan?

Irfan akhir-akhir terlihat sangat suntuk. Berkali-kali ia terlihat hanya browsing internet di meja kerjanya, lalu pergi keluar kantor. Bahkan sering lama di luar kantor. Demikian juga saat istirahat makan, ia selalu berlama-lama hanya untuk sekedar makan, baik itu sarapan maupun makan siang. Begitu jam pulang, cepat-cepat ia meninggalkan kantor. Seakan di sudah tidak betah lagi di kantor.

Dia pernah curhat kepada salah satu teman dekatnya, bahwa ia mulai jenuh dengan pekerjaannya. Ia berpikir untuk mau keluar tapi belum tahu nanti kerja apa. Ingin pindah kerja tapi ia tak tahu mau kerja apa.

Mencari pekerjaan memang bukan hal yang mudah dilakukan. Maka ketika sudah memiliki pekerjaan, sudah sepatutnya Anda bersyukur karena lebih beruntung daripada orang lain yang masih menganggur. Sayangnya, masih sedikit orang yang bersyukur bahkan tak jarang justru membenci pekerjaannya.

Menurut penelitian dari Society for Human Resource Management (SHRM) yang meneliti sekelompok orang berusia 31-61 tahun mengungkapkan, sekitar 71 persen pekerja menyatakan tidak lagi menyuaki pekerjaannya. Hanya sisanya, 29 persen yang merasa puas dengan pekerjaannya.

"Ada berbagai hal yang berkontribusi terhadap ketidakpuasan akan pekerjaan. Misalnya adanya konflik antara kepentingan pribadi dan posisi, pekerjaan yang terlalu menuntut, gaji yang kurang memuaskan, serta konflik dengan bos atau rekan kerja," ungkap Dr. Katharine Brooks, Direktur dari Liberal Arts Career Services dari University of Texas.

Di samping itu, stabilitas keuangan organisasi, kurangnya kesempatan untuk memajukan karier, sulit mengatur keseimbangan kehidupan kerja, dan budaya perusahaan yang buruk merupakan faktor lain yang membuat pekerja merasa tak puas dengan pekerjaannya.

Sebagaimana yang dilami Irfan, saat bekerja, kadang Anda menemukan titik jenuh yang bisa membuat tak menyukai pekerjaan sendiri. Seringkali Anda menyikapinya secara emosional dan tak bisa berpikir jernih. Hal seperti ini memang sering terjadi, tapi bukan menjadi alasan untuk bersikap seenaknya di kantor.

Tak suka pada pekerjaan juga tak berarti Anda bisa langsung berhenti kerja begitu saja. Memutuskan untuk keluar saat sedang emosi bisa jadi berdampak buruk pada karir Anda sendiri.

Paling tidak ada 3 hal yang perlu Anda lakukan ketika rasa jenuh atau benci dengan pekerjaan mulai melintas dalam pikiran Anda:

1) Temukan Penyebabnya

Saat Anda mulai merasa tak nyaman dengan pekerjaan di kantor, jangan mengeluh. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengkaji kepribadian sendiri. Tanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut:
  • Kenapa saya membenci pekerjaan ini?
  • Apakah karena rekan kerja saya?
  • Apakah karena tugas-tugas yang dilimpahkan pada saya?
  • Apakah perasaan tidak suka ini muncul karena budaya kerja di perusahaan?
  • Apakah ini perasaan baru atau saya memang tidak menyukainya sejak lama.
Lalu, buatlah daftar pro dan kontra atas pekerjaan Anda dan apa yang Anda harapkan untuk karir selanjutnya. Setelah itu, tentukan apakah ada cara untuk mengubah perasaan tersebut atau memang sudah waktunya untuk kerja. Namun jika memungkinkan, jangan pernah berhenti dari pekerjaan Anda jika belum ada jaminan diterima di perusahaan lain atau punya rencana pribadi yang lebih matang, misalnya kesiapan untuk bisnis atau usaha mandiri.

2) Ubah Sikap Anda
Jangan terburu-buru menganggap kesalahan ada para orang lain. Jangan jadikan atasan sebagai alasan atau menyalahkannya. Berpikir positif dan fokus pada pekerjaan Anda akan lebih bermanfaat. Bicarakan juga dengan atasan untuk menemukan solusinya. Sekali lagi jangan terburu-buru resign dalam kondisi seperti ini. Mengambil keputusan berhenti saat emosional sangat tidak baik bagi Anda. Konsultasi dengan expert (misalnya seorang coach) akan membantu Anda.

3) Cari Solusinya
Tak suka dengan pekerjaan tak berarti Anda bisa memperlakukan orang lain seenaknya. Hindari menggosip di kantor tentang pekerjaan. Tak masalah mendiskusikan perbedaan pendapat dengan rekan kerja, tapi hati-hati jangan sampai Anda bertengkar dengannya. Saat tak menyukai pekerjaan yang tengah dilakoni, tidak menutup diri Anda untuk melihat berbagai peluang. Peluang tersebut bisa berupa proyek atau inisiasi tertentu. Terlibat dalam proyek yang membuat Anda bahagia akan menghasilkan pengalaman kerja yang menyenangkan.

Satu hal yang harus Anda lakukan adalah memukan karir apa yang Anda ingin capai selama lima tahun ke depan. Kemudian kaji kembali, apakah pekerjaan Anda sekarang bisa membantu Anda mencapainya. Saat Anda tahu apa target karir sendiri, maka Anda akan menilai pekerjaan dari berbagai sudut padang.

Apakah tetap dengan pekerjaan ini atau ada karir lain yang lebih tepat dengan passion Anda? Semua tergantung pada Anda.

Salam persahabatan!
@JumadiSubur
Career Coach