Pelatihan SDM untuk UKM dan Korporat | bersama Jumadi Subur, CPHR (Pakar SDM) | Hub. 0815 1321 2579

Melayani konsultasi dan pelatihan | Manajemen SDM untuk UKM | Excellent Service | Management Development Program | Hello Career for Fresh Graduate | Persiapan Pensiun (Ready to Retire) | Hub. 0815 1321 2579 |

Selasa, 18 Februari 2014

Mencintai Kembali Pekerjaan Anda

Hampir setiap orang menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja. Tak heran bila terkadang, pekerja merasa bosan dengan rutinitasnya tersebut. Betul kan?

Demikian juga sebagian orang merasa tertekan dengan pekerjaannya. Melaksanakan pekerjaan kantor hanya sebagai rutinitas agar dapat memperoleh penghasilan semata. Saat jam kerja, selalu menunggu jam makan siang, jam pulang, hari libur, akhir pekan, atau tanggal gajian.

Bila ini terjadi, waktu mungkin terasa lama dan kamu enggan untuk bekerja. Bila kamu belum atau tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain, kamu dapat berusaha untuk mencintai pekerjaan tersebut karena tentu akan lebih menyenangkan bila kita mengerjakan hal yang disukai. Tetapi, bagaimana agar kamu dapat menyukai pekerjaan yang 'membosankan' itu?

TINYpulse, sebuah perusahaan yang menyediakan survei karyawan secara mingguan terhadap 40.000 orang di 300 perusahaan yang berbeda di seluruh dunia. Didapatkan, ada sekitar 40% karyawan yang merasa tidak memiliki keterikatan dan membenci pekerjaannya. Apakah Anda te rmasuk di dalamnya? He..

Beberapa hal yang membuat seorang karyawan mencintai pekerjaannya, diantaranya karena alasan : lingkungan kerja yang baik, adanya kebebasan untuk berinovasi dan memberikan kreativitas, budaya kerja yang menyenangkan, kesempatan belajar yang terbuka luas dan tidak ada batasan tantangan untuk berkembang.

Namun demikian tetap saja, rasa bosan, atau jenuh dengan pekerjaan kadang muncul sedemikian rupa, benar kan?

Berarti perlu ada cara agar kita selalu bisa menumbuhkan rasa cinta dengan pekerjaan atau profesi kita:

1) I am the boss
Kita memang bekerja untuk orang lain. Tapi yang jadi bos kita sebenarnya diri sendiri. Kita pasti punya target-target tertentu dalam berkarier dan untuk mencapainya harus mengandalkan diri sendiri, dong! Dengan adanya pikiran kalau kitalah yang berkuasa dan mengontrol karier maka kita nggak akan mudah stres hanya karena hal-hal kecil.

Apapun pekerjaan Anda, semua itu adlah untuk kebaikan diri Anda sendiri. Bukan untuk atasan, pemilik perusahaan atau siapapun. Karena itu lakukan yang terbaik untuk hidup Anda.

Berpikiran dan bersikap negatif akan mempengaruhi hidup Anda secara keseluruhan, terutama saat merasa frustrasi, marah, dan kesal dengan pekerjaan. Percaya atau tidak, stres berlebihan justru membuat kesehatan fisik dan mental menurun. Oleh karena itu, nikmatilah pekerjaan Anda untuk kebaikan diri sendiri. Anda adalah boss bagi hidup Anda sendiri.

2) Memberi pengaruh positif
 Percayalah, bahwa orang yang menikmati pekerjaannya akan lebih produktif ketimbang dengan orang yang sering mengeluh. Jika Anda hanya berpikiran negatif, itu hanya akan membuang-buang waktu. Sebaliknya, Anda akan merasa lebih bersemangat saat menikmati pekerjaan.

Pikiran positif dapat mempengaruhi orang lain. Teruslah menunjukkan sikap positif Anda ke sesama rekan kerja. Ini akan membuat suasana di kantor jadi lebih nyaman.

3) Hiduplah yang seimbang

Keseimbangan hidup akan memberikan kebaikan pada diri Anda. Istirahatlah yang cukup. Jangan menunda-nunda cuti. Mencintai pekerjaan nggak akan membuat kita enggan untuk beristirahat dan ambil cuti. Orang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bekerja justru malah cenderung mudah stres. Jika memang sedang merasa jenuh, nggak usah ragu memanfaatkan jatah cuti yang kita miliki. Setelah berlibur, pikiran kita bakal jadi lebih segar dan ide-ide baru yang kreatif pun bermunculan.

Seimbangkan antara karir dan keluarga, spiritual dan intelektual, jasmani dan ruhani, mencari rejeki dan berbagi. Hidup seimbang akan membuat suasana kerja semakin menyenangkan dan kita akan semakin mencintai profesi tersebut.

Bagaimana menurut Anda?
Salam persahabatan!

Mau follow saya? @jumadisubur